GARUT INTAN NEWS – Sebanyak 552 peserta didik baru SMAN 3 Garut mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari dengan mengusung konsep MPLS Panca Waluya sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Kegiatan berlangsung meriah, diawali atraksi seni khas Dogar (Domba Garut) dan diakhiri aksi peduli lingkungan serta upacara penutupan.
Kepala SMAN 3 Garut, Drs. H. Asep Ansor Mujahidin, M.Si., menegaskan bahwa MPLS tahun ini tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter peserta didik.
“Keilmuan apa pun yang nantinya dipelajari di sekolah harus memiliki pondasi utama, yaitu karakter. Karena itu, pendidikan karakter menjadi fokus utama dalam pelaksanaan MPLS tahun ini,” ujarnya.
Selama tiga hari pertama, para siswa memperoleh berbagai materi yang berorientasi pada pembentukan karakter dan pengenalan lingkungan sekolah. Materi tersebut mencakup pengenalan nilai-nilai Panca Waluya, tata tertib berkendara yang disampaikan Polsek Cibatu, penyuluhan bahaya penyalahgunaan narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN), hingga pemaparan kurikulum sekolah oleh jajaran Wakil Kepala Sekolah.
Memasuki hari keempat, seluruh peserta mengikuti demonstrasi 18 ekstrakurikuler yang dimiliki SMAN 3 Garut. Kegiatan itu menjadi kesempatan bagi siswa baru untuk mengenal berbagai organisasi dan wadah pengembangan minat serta bakat sebelum mengikuti festival ekstrakurikuler sebagai bagian dari proses perekrutan anggota baru.
Pada hari terakhir, MPLS ditutup dengan aksi ekologi sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Seluruh peserta melakukan penanaman pohon dan tanaman hias di lingkungan sekolah serta aksi bersih-bersih sampah di sekitar kawasan sekolah.
Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan upacara penutupan yang sekaligus menandai perubahan status peserta menjadi siswa resmi SMAN 3 Garut menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
Asep Ansor Mujahidin menjelaskan, MPLS juga dirancang untuk membantu peserta didik baru beradaptasi dengan budaya sekolah sekaligus menanamkan kedisiplinan sejak hari pertama.
Ia berharap seluruh siswa mampu menjaga nama baik SMAN 3 Garut yang selama ini dikenal masyarakat, khususnya di wilayah Cibatu.
“Kami berharap seluruh siswa benar-benar mampu menunjukkan karakter Panca Waluya dalam kehidupan sehari-hari. Kami yakin mereka dapat tumbuh menjadi siswa SMAN 3 Garut yang sesuai dengan marwah sekolah dan mampu memberikan prestasi serta teladan yang baik,” pungkasnya.
