BerandaSerba-SerbiPutus Mata Rantai Perkawinan Anak, Kolaborasi Lintas Instansi Nyalakan Harapan di Desa...

Putus Mata Rantai Perkawinan Anak, Kolaborasi Lintas Instansi Nyalakan Harapan di Desa Situgede

Merespons Maraknya Perkawinan Anak, Yayasan SEMAK dan KKN Graduasi Di Kabupaten Garut Edukasi Siswa MTs PPI 90 Karangpawitan Lewat Program Desa Sehat yang Didukung Oleh YAPPIKA-ActionAid

GARUT — Perkawinan anak dan kekerasan terhadap kelompok marjinal masih menjadi ancaman serius bagi masa depan generasi muda. Merespons ancaman nyata yang kerap tak terlihat ini, Yayasan SEMAK berkolaborasi dengan mahasiswa KKN Graduasi dari berbagai instansi serta kelompok remaja yang menjadi focal point desa menggelar aksi edukasi perlindungan anak di MTs PPI 90 Karangpawitan, Desa Situgede, Kabupaten Garut.

Kegiatan interaktif ini dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian Program Desa Sehat yang didukung oleh YAPPIKA-ActionAid, dengan fokus membentengi remaja dari bahaya perkawinan anak dan dampak kekerasan.

Kolaborasi Lintas Pihak Hadapi Shadow Epidemic

Representatif dari Yayasan SEMAK, Nenden, menegaskan bahwa persoalan perkawinan anak dan kekerasan pada kelompok marjinal merupakan isu kompleks yang memerlukan penanganan lintas sektor secara berkelanjutan.

“Perkawinan anak merupakan shadow epidemic yang mengintai masa depan anak-anak di berbagai daerah. Ini adalah permasalahan kompleks yang harus segera ditangani. Kita tidak bisa berjalan sendiri, harus ada kolaborasi dari berbagai pihak untuk merespon masalah ini, semoga dengan adanya campaign yang kita lakukan hari ini bisa menebar kebermanfaatan secara langsung di masyarakat dan remaja khususnya” ujar Nenden.

Atas dasar itulah, Yayasan SEMAK menggandeng para mahasiswa KKN Graduasi serta remaja focal point di Desa Situgede agar dapat turun langsung dan memberikan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Dipantik Pembekalan Calon Orang Tua Masa Depan

Dalam pelaksanaannya, para siswa MTs PPI 90 Karangpawitan diberikan pemahaman komprehensif mengenai kesehatan reproduksi, pentingnya asupan makanan bergizi, serta bahaya perkawinan anak.

Suasana edukasi berlangsung dinamis ketika para pelajar dipantik dengan kesadaran kritis bahwa mereka adalah calon ibu dan calon ayah di masa depan. Pemahaman ini penting agar mereka menyadari betapa krusialnya kesiapan fisik, mental, dan gizi sebelum melangkah ke jenjang pernikahan.

Mengikis Normalisasi Perkawinan Anak di Masyarakat

Sementara itu, Ketua KKN Graduasi Desa Situgede, Muhammad Nizar Fadilah, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan wujud pelaksanaan program kerja mahasiswa yang disinergikan dengan Program Desa Sehat milik Yayasan SEMAK.

Nizar menyoroti masih maraknya pandangan di masyarakat yang menganggap pernikahan usia muda sebagai hal biasa.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat dan remaja di Desa Situgede agar mereka memahami dampak hidup sehat serta risiko bahaya dari pernikahan anak. Sebab, saat ini masih banyak orang yang menormalisasikan pernikahan anak,” jelas Nizar.

Melalui edukasi ini, pihaknya berharap dapat menanamkan kesadaran kritis sejak dini. “Harapan ke depannya adalah mewujudkan remaja sehat, generasi kuat,” tambahnya.

Sambutan Positif dari Pihak Sekolah

Langkah preventif ini disambut hangat oleh pihak sekolah. Perwakilan MTs PPI 90 Karangpawitan, Pak Edi, menyampaikan apresiasinya atas kepedulian Yayasan SEMAK, remaja focal point, dan mahasiswa KKN Graduasi terhadap anak-anak didik di sekolahnya.

“Kami menanggapi kegiatan ini dengan sangat positif. Semoga dengan adanya edukasi ini, anak-anak jadi lebih paham dan memiliki gambaran yang jelas mengenai apa yang harus mereka lakukan serta perjuangkan untuk masa depan mereka kedepannya,” tutur Pak Edi.

Melalui sinergi antara lembaga masyarakat, akademisi, kader remaja desa, dan pihak sekolah, Desa Situgede diharapkan mampu menjadi pelopor lingkungan ramah anak yang sehat dan bebas dari perkawinan anak.

Simak berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita GarutIntanNews.com di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUeKWD1iUxcq6U1Fe40. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Banyak Dibaca