BerandaBabancongKebakaran Pasar Andir Garut, 382 Tempat Usaha Terdampak, Pasar Darurat Disiapkan

Kebakaran Pasar Andir Garut, 382 Tempat Usaha Terdampak, Pasar Darurat Disiapkan

GARUT INTAN NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut mulai membersihkan material sisa kebakaran di Pasar Andir, Kecamatan Bayongbong, Sabtu (10/10/2026). Pembersihan ini menjadi bagian dari penanganan tanggap darurat sekaligus langkah awal untuk memulihkan aktivitas perdagangan setelah kebakaran menghanguskan 382 tempat usaha.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan pembersihan dilakukan bersama sejumlah pihak untuk mengamankan material sisa kebakaran dan menyiapkan area terdampak agar dapat ditata kembali.

“Kami beserta segenap pihak melaksanakan giat tanggap darurat, salah satunya pembersihan area terdampak kebakaran. Jadi, ini merupakan agenda masuk di tahapan tanggap darurat, kita melakukan pembersihan material yang saat ini sedang dilaksanakan bersama para pihak,” ujar Ridwan.

Berdasarkan data awal, kebakaran tersebut berdampak pada 382 tempat usaha yang terdiri atas kios, los, dan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL). Sebagian besar tempat usaha tersebut hangus terbakar bersama barang dagangan milik pedagang.

Menurut Ridwan, percepatan pembersihan menjadi salah satu langkah penting agar proses pemulihan dapat segera dilaksanakan. Pemerintah daerah berharap para pedagang bisa kembali menjalankan aktivitas usaha setelah area terdampak dinyatakan siap digunakan.

“Harapannya ini bisa segera memulihkan kondisi para pedagang untuk tahap awal bisa segera beraktivitas. Tentu materialnya harus segera kita amankan terlebih dahulu dan kita bersihkan,” katanya.

Pasar Darurat Direncanakan di Lokasi Semula

Setelah pembersihan selesai, Pemkab Garut berencana menyiapkan pasar darurat untuk memfasilitasi pedagang agar dapat kembali berjualan. Lokasi pasar sementara tersebut direncanakan tetap berada di kawasan Pasar Andir.

Ridwan menyebutkan, rencana itu mengacu pada hasil musyawarah dengan para pedagang yang berharap aktivitas perdagangan tetap berlangsung di lokasi semula.

“Pemulihan dari pemerintah, pascapenanganan tanggap darurat berupa pembersihan, berikutnya kita akan coba menyiapkan pasar darurat. Pasar darurat ini kita merencanakan memang di lokasi setempat, sesuai hasil musyawarah dengan para pedagang, mereka berharap pasar daruratnya di sini,” ungkapnya.

Keberadaan pasar darurat diharapkan dapat membantu pedagang memulihkan pendapatan setelah kehilangan tempat usaha dan barang dagangan akibat kebakaran. Namun, pelaksanaannya masih harus melalui tahapan penanganan darurat dan penyiapan lokasi.

Di sisi lain, Disperindag ESDM Kabupaten Garut masih melakukan inventarisasi untuk menghitung total kerugian materiil. Pendataan mencakup kerusakan infrastruktur pasar serta nilai barang dagangan yang hilang atau terbakar.

Hasil inventarisasi tersebut akan menjadi bagian dari bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan dan pemulihan selanjutnya.

Pembangunan Permanen Masuk Tahap Berikutnya

Pemkab Garut akan melanjutkan penanganan setelah tahapan tanggap darurat dan pembersihan material selesai. Proses tersebut kemudian diarahkan menuju masa transisi pemulihan, termasuk perencanaan perbaikan dan pembangunan kembali Pasar Andir secara permanen.

Pemerintah daerah kini memprioritaskan penanganan area terdampak agar lebih aman, sekaligus menyiapkan langkah untuk mengembalikan kegiatan ekonomi masyarakat.

Dengan pembersihan material dan rencana pembangunan pasar darurat, Pemkab Garut berharap pedagang Pasar Andir dapat kembali beraktivitas secara bertahap sembari menunggu proses pemulihan dan pembangunan permanen dilaksanakan.

Simak berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita GarutIntanNews.com di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUeKWD1iUxcq6U1Fe40. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Banyak Dibaca