GARUT INTAN NEWS – Tugas petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Garut ternyata tidak sebatas memadamkan api. Di luar tugas utamanya, petugas kerap menerima permintaan bantuan untuk berbagai kejadian tak terduga, mulai dari orang kesurupan, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang mengamuk, hingga penyelamatan kucing dan anjing yang terjebak di tempat berbahaya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut, U. Basuki Eko, mengungkapkan bahwa beragamnya permintaan bantuan tersebut menjadi bagian dari dinamika pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, petugas Damkar bahkan pernah diminta membantu warga yang hendak mengambil rapor, orang yang sedang mengidam, hingga menyiapkan kendaraan untuk pengantin. Petugas juga pernah membantu seseorang yang merasa terancam menjadi korban pembegalan dengan berkoordinasi bersama kepolisian.
“Orang kesurupan saja ada yang memanggil Damkar. Ada juga yang mau mengambil rapor, orang mengidam, bahkan ada yang mau menikah dan meminta mobil pengantinnya dari Damkar,” ujar Basuki.
Ia menjelaskan, tugas inti penyelamatan Damkarmat mencakup tiga bidang, yakni water rescue, animal rescue, dan vertical rescue.
Water rescue berfokus pada penyelamatan di wilayah perairan, termasuk korban tenggelam. Sementara itu, animal rescue menangani penyelamatan hewan, sedangkan vertical rescue dilakukan pada kondisi yang membutuhkan evakuasi di medan dengan perbedaan ketinggian, seperti gedung tinggi, sumur, atau jurang.
Namun, dalam praktiknya, petugas juga kerap membantu berbagai keadaan darurat lain yang membutuhkan penanganan cepat, termasuk orang yang hendak bunuh diri, ODGJ yang mengamuk, hingga kendaraan yang masuk jurang atau seseorang yang terkunci di dalam kamar.
Untuk menangani ODGJ yang meresahkan masyarakat, Damkarmat berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Koordinasi lintas instansi juga dilakukan ketika petugas menerima laporan pohon tumbang yang menjadi kewenangan instansi lain.
Basuki mengatakan, kecepatan respons menjadi salah satu prinsip utama pelayanan Damkarmat. Ketika menghadapi kondisi berbahaya, petugas dapat bergerak lebih dahulu sambil berkoordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan sesuai jenis kejadian.
“Kalau kejadiannya sangat berbahaya, kita berangkat duluan. Kuncinya adalah respons cepat karena situasinya harus segera ditangani,” katanya.
Selamatkan Anjing di Jurang hingga Kucing di Gorong-gorong
Salah satu pengalaman penyelamatan yang membekas bagi petugas adalah evakuasi seekor anjing yang mengalami kecelakaan di wilayah Limbangan, Kabupaten Garut.
Anjing tersebut dilaporkan tertabrak hingga mengalami patah pada kedua kakinya, kemudian terjatuh ke jurang. Selama sekitar empat hari, hewan itu berada dalam kondisi kesakitan dan sulit dievakuasi karena bersikap agresif.
Petugas Damkarmat akhirnya melakukan upaya penyelamatan dengan turun ke jurang, meskipun tindakan tersebut memiliki risiko terhadap keselamatan personel.
Menurut Basuki, penyelamatan hewan bukan perkara sepele. Dalam sejumlah kejadian, petugas harus menggunakan peralatan khusus dan menerapkan prosedur keselamatan yang serius, termasuk saat mengevakuasi kucing yang terjebak di sumur atau gorong-gorong.
“Walaupun itu seekor anjing, tetap harus ditolong. Banyak kejadian yang mungkin dianggap sepele oleh masyarakat, tetapi bagi kami itu adalah tugas yang harus diselamatkan,” ungkapnya.
Selain anjing dan kucing, petugas juga menangani laporan keberadaan ular liar yang masuk ke lingkungan masyarakat. Salah satu kejadian di wilayah Limbangan melibatkan ular king cobra berukuran sekitar 3,5 meter. Basuki juga menyebut adanya laporan ular lain yang diperkirakan mencapai lima meter.
Kemunculan ular-ular tersebut menjadi perhatian karena berpotensi membahayakan warga. Petugas pun melakukan penanganan dan pencarian berdasarkan informasi yang diterima masyarakat.
Untuk penanganan satwa liar, hasil penyelamatan selanjutnya dikoordinasikan dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Apabila penanganan dilimpahkan, koordinasi dapat dilanjutkan dengan komunitas yang memiliki kompetensi terkait.
Mengutamakan Kecepatan dan Panggilan Kemanusiaan
Basuki menuturkan, dalam kondisi darurat, anggota Damkarmat dituntut mampu mengambil tindakan cepat sesuai prosedur dan tetap memperhatikan keselamatan personel maupun masyarakat.
Ia mengakui, tidak semua laporan yang diterima berkaitan langsung dengan kebakaran. Ada pula warga yang datang untuk menyampaikan persoalan pribadi atau meminta bantuan dalam situasi sosial tertentu.
Meski demikian, setiap laporan tetap perlu dilihat berdasarkan kondisi dan tingkat kedaruratannya agar bantuan yang diberikan sesuai kebutuhan serta kewenangan petugas.
Menurut Basuki, semangat menolong telah menjadi bagian penting dari jiwa personel Damkarmat. Karena itu, ia berharap kemampuan penyelamatan terus diperkuat agar petugas dapat memberikan pelayanan yang optimal ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat.
Bagi Damkarmat Garut, pelayanan bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, termasuk dalam kejadian yang kerap luput dari perhatian.