GARUT INTAN NEWS – Harga sejumlah komoditas sayuran di tingkat petani Kabupaten Garut mengalami perubahan pada pekan ketiga September 2026. Berdasarkan laporan data harga komoditas sayuran Dinas Pertanian Kabupaten Garut, terdapat 8 komoditas mengalami kenaikan, 1 komoditas relatif stabil, dan 3 komoditas mengalami penurunan.
Data harga yang dihimpun dari tingkat petani di Kecamatan Cikajang, Kecamatan Bayongbong, dan Kecamatan Banyuresmi menunjukkan, cabai merah keriting mencatat kenaikan paling tinggi, yakni mencapai 32 persen dibandingkan rata-rata harga pada pekan sebelumnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdinan, mengatakan harga cabai merah keriting pada pekan ketiga September tercatat rata-rata Rp33.600 per kilogram, naik dari rata-rata pekan sebelumnya sebesar Rp25.400 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada sejumlah komoditas lainnya. Kacang merah naik 19 persen menjadi rata-rata Rp15.000 per kilogram, sedangkan labu siam naik 14 persen menjadi Rp5.000 per kilogram.
Sementara itu, harga wortel berada di angka rata-rata Rp4.500 per kilogram atau naik 13 persen. Tomat juga mengalami kenaikan 14 persen menjadi Rp3.300 per kilogram. Komoditas lain yang mengalami kenaikan yakni kentang Abc.
Di sisi lain, penurunan paling signifikan terjadi pada buncis. Komoditas tersebut turun hingga 45 persen, dari rata-rata Rp15.000 menjadi Rp8.200 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada cabai merah sebesar 9 persen menjadi Rp28.000 per kilogram dan cabai rawit merah sebesar 2 persen menjadi Rp50.600 per kilogram.
Untuk harga tertinggi dalam laporan tersebut, cabai rawit merah berada di posisi teratas dengan rata-rata Rp50.600 per kilogram. Sedangkan komoditas dengan harga rata-rata terendah adalah kol/kubis, yakni Rp2.200 per kilogram.
Perubahan harga tersebut menunjukkan dinamika harga di tingkat petani yang berbeda-beda antar komoditas. Sebagai pembanding, data harga pangan Kabupaten Garut yang diperbarui 19 September 2026 juga menunjukkan harga sejumlah komoditas sayuran di pasar mengalami pergerakan, termasuk cabai, wortel, buncis, sawi putih, dan kol.
Dinas Pertanian Kabupaten Garut melalui pemantauan harga komoditas tersebut terus mendapatkan gambaran mengenai perkembangan harga di tingkat petani. Data tersebut juga menjadi bagian dari informasi kondisi komoditas pertanian Garut dan pergerakannya dari pekan ke pekan.