GARUT INTAN NEWS – Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Islam (Persis) Kabupaten Garut terus memperluas jangkauan organisasi hingga tingkat kecamatan. Dari 42 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, sebanyak 36 kecamatan kini telah memiliki Pimpinan Cabang (PC) Persis.
Perluasan struktur tersebut menjadi salah satu perhatian dalam Musyawarah Kerja Daerah (Muskerda) III PD Persis Kabupaten Garut yang digelar di Auditorium IAI Persis Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Sabtu (19/9/2026).
Ketua PD Persis Garut, Gun Gun Abdul Basit, mengatakan penguatan struktur organisasi menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan dakwah sekaligus pengabdian Persis kepada masyarakat.
“Jadi enam kecamatan yang belum ada PC Persis adalah Limbangan, Singajaya, Mekarmukti, Cigedug, Cihurip, dan Cisewu. Insyaallah dalam waktu dekat akan dibentuk PC Persis Cisewu,” jelasnya.
Menurut Gun Gun, dalam tradisi Persis, masa kepengurusan bukan sekadar periode administratif, melainkan dimaknai sebagai masa jihad atau masa pengabdian. Karena itu, keberadaan struktur hingga tingkat kecamatan diharapkan dapat semakin mendekatkan gerakan organisasi dengan kebutuhan masyarakat.
Muskerda III yang mengusung tema “Optimalisasi Gerakan Jihad Persisi dalam Membangun Garut yang Bertaqwa dan Berkelanjutan” turut diikuti sekitar 150 peserta dari unsur Dewan Penasehat, Tasqih, staf, serta badan otonom Persis, seperti Pemuda/Pemudi Persis, IPP dan IPPI Persis Garut.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin yang menghadiri kegiatan tersebut mendorong agar perluasan jaringan Persis juga dapat diikuti dengan penguatan kontribusi sosial, salah satunya melalui dukungan terhadap program jaminan sosial pemerintah.
Ia mengatakan, dari sekitar 2,948 juta penduduk Kabupaten Garut, hampir 1,8 juta jiwa masuk kategori desil 1 hingga 5 atau kelompok masyarakat berpenghasilan rendah hingga rentan.
Pemerintah, kata Bupati, telah menanggung kepesertaan BPJS Kesehatan bagi sebagian masyarakat melalui pembiayaan pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Garut. Namun, masih terdapat masyarakat yang membutuhkan perlindungan jaminan sosial.
“Dari pemerintah pusat ada hampir 1,1 juta orang yang dibayarkan BPJS Kesehatan dan Pemerintah Kabupaten Garut kurang lebih 550 ribu orang yang harus dibayarkan BPJS Kesehatan. Berarti ada masa sisa orang yang belum dibayarkan. Oleh karena itu, kami memohon dukungan dan kolaborasi dari Persis,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Selain BPJS Kesehatan, Bupati juga mendorong lembaga-lembaga di bawah naungan Persis untuk memperluas perlindungan bagi para pekerja melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Ia menyebut program tersebut dapat menjadi salah satu bentuk perlindungan sosial bagi anggota maupun masyarakat yang berada dalam lingkungan organisasi.
Sementara itu, Gun Gun menegaskan bahwa gerakan Persis tidak hanya diarahkan pada penguatan organisasi, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata. Ia mengutip Al-Qur’an Surat Al-Ankabut ayat 6 yang menjadi salah satu landasan pemaknaan pengabdian dalam tradisi Persis.
“Barang siapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Jadi kebaikannya, manfaatnya bukan untuk orang lain tapi kembali kepada dirinya,” katanya.
Ketua Panitia Muskerda III, Uud Suhendrik, berharap hasil musyawarah dapat memperkuat gerakan dakwah sekaligus memperluas kemanfaatan Persis bagi masyarakat Kabupaten Garut.
Muskerda tersebut menjadi ruang bagi jajaran Persis untuk mengevaluasi program sekaligus menyusun langkah kerja organisasi ke depan, sejalan dengan tema pembangunan Garut yang bertaqwa dan berkelanjutan.