GARUT INTAN NEWS – Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, Klinik Aster PKBI Garut bekerja sama dengan Bidang KB DPPKBPPPA Kabupaten Garut menyelenggarakan bakti sosial pelayanan kontrasepsi gratis bagi masyarakat, Pada Rabu (01/06).
Kegiatan tersebut menghadirkan layanan kontrasepsi gratis berupa pemasangan Intra Uterine Device (IUD), implan, dan suntik KB sebagai upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan keluarga berencana yang berkualitas.
Pada pelaksanaannya, sebanyak 55 akseptor berhasil mendapatkan layanan dari target 70 akseptor. Rinciannya, 28 akseptor menerima layanan pemasangan IUD, 22 akseptor mendapatkan layanan implan, dan 5 akseptor memperoleh layanan suntik KB.
Direktur Eksekutif PKBI Garut sekaligus Manajer Klinik Aster PKBI Garut, Ir. Denden Supresiana, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam mewujudkan keluarga yang sehat, berkualitas, dan sejahtera.
Menurutnya, peringatan Harganas ke-33 tahun ini mengangkat pesan penting mengenai peran ayah dalam kehidupan keluarga. Melalui tema “Ayah Wajib Hadir”, pemerintah mendorong keterlibatan aktif para ayah dalam pengasuhan anak secara seimbang, sehingga tanggung jawab mendidik dan membesarkan anak tidak hanya dibebankan kepada ibu.
Selain itu, kehadiran ayah juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah berbagai persoalan sosial yang mengancam generasi muda, seperti kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba.
Momentum Harganas juga menjadi pengingat pentingnya membangun keluarga yang tangguh dan harmonis sebagai fondasi dalam mencetak generasi unggul menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Melalui kegiatan bakti sosial pelayanan kontrasepsi gratis ini, Klinik Aster PKBI Garut bersama Bidang KB DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga terus meningkat, sehingga mampu mendukung terciptanya keluarga berkualitas dan masa depan bangsa yang lebih baik.
