GARUT INTAN NEWS – Ketua Pemuda Tani, H.M. Rian, mendorong percepatan penanganan persoalan lingkungan, khususnya pencemaran limbah industri penyamakan kulit di Kabupaten Garut, melalui akselerasi koordinasi bersama Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mayjen TNI (Purn.) Dr. HC. Herwin Suparjo, serta Brigjen Polri (Purn.) Drs. Erwin Chahara selaku penasihat.
Dalam penyampaiannya, H.M. Rian menegaskan bahwa persoalan pencemaran limbah kulit bukan hanya terjadi di Kabupaten Garut, tetapi juga telah ditemukan di sedikitnya tiga titik wilayah yang memerlukan perhatian serius dari pemerintah yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Menurutnya, permasalahan lingkungan tersebut membutuhkan langkah terpadu yang melibatkan pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar penanganannya dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.
H.M. Rian berharap Kabupaten Garut dapat ditetapkan sebagai pilot project nasional dalam pengelolaan limbah industri penyamakan kulit. Program tersebut diharapkan menjadi model penanganan limbah yang dapat diterapkan di daerah lain, termasuk di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang juga memiliki aktivitas industri penyamakan kulit.
“Garut memiliki potensi sekaligus tantangan besar dalam industri penyamakan kulit. Apabila pengelolaan limbahnya berhasil dilakukan secara baik, maka daerah ini dapat menjadi contoh nasional bagi wilayah lain,” ujarnya.
Akselerasi dengan Penasihat Khusus Kepresidenan menunjukkan adanya intervensi dan dukungan konkret dari pemerintah pusat, baik dalam bentuk kebijakan, pendampingan teknis, maupun penguatan infrastruktur pengelolaan limbah, sehingga persoalan pencemaran lingkungan dapat ditangani secara menyeluruh.
Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pertumbuhan industri, perlindungan lingkungan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Garut.
