CIBATU, 11 September 2026— Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN STIE Yasa Anggana) menggelar pelatihan kewirausahaan bagi generasi muda di Kecamatan Cibatu. Langkah ini dilakukan guna mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis pemberdayaan pemuda dan penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Kegiatan pelatihan bisnis ini menghadirkan dua akademisi dan praktisi untuk memberikan pembekalan menyeluruh—mulai dari riset pasar, strategi kemasan, hingga legalitas hukum usaha.

Pentingnya Riset Pasar dan Kemasan Produk yang Memikat
Dalam sesi pertama, pakar ekonomi sekaligus dosen STIE Yasa Anggana Prof. Dr. H. Yusuf Tojiri, Drs., M.M., memaparkan pentingnya memahami kebutuhan konsumen sebelum meluncurkan produk ke pasar. Menurutnya, kegagalan bisnis sering kali terjadi akibat minimnya perencanaan di tahap awal.
“Riset pasar adalah langkah awal sebelum produksi. Lalu, sempurnakan dengan kemasan yang memikat untuk memicu keputusan beli konsumen,” ujar Prof. Yusuf.

Legitimasi Bisnis: Legalitas NIB, CV, hingga PT untuk UMKM
Selain strategi pemasaran dan kualitas produk, kepastian hukum menjadi pilar utama agar UMKM dapat berkembang secara berkelanjutan. Ir. Riki Gana, S.S.T., S.H., M.M., C.T., IPM., menggarisbawahi pentingnya kelengkapan dokumen resmi bagi para pelaku usaha pemula.
“Selain pentingnya produk, pemasaran, dan penjualan, legalitas usaha UMKM juga sangat penting, mulai dari NIB, CV, PT, dan perizinan lainnya,” jelas Ir. Riki Gana
Mendorong Kemandirian Ekonomi Pemuda Cibatu
Melalui sinergi akademisi dan mahasiswa KKN STIE Yasa Anggana, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan wirausahawan muda yang inovatif, taat hukum, serta mampu menggerakkan potensi ekonomi daerah di Cibatu secara berkelanjutan.