GARUT INTAN NEWS — Anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDIP, Yudha Puja Turnawan, menggelar kegiatan reses masa sidang III tahun 2026 di Kampung Sindanggalih RW 13, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul pada Senin (18/05). Kegiatan ini dihadiri perwakilan dari 22 RW, dengan fokus utama pada “Perempuan Kepala Keluarga” yang tergolong rentan secara sosial dan ekonomi.
Dalam kegiatan tersebut, Yudha menegaskan bahwa perempuan kepala keluarga, khususnya janda, merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Hal ini sejalan dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2023 serta Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial.
“Hari ini saya menggelar reses di kampung sindanggalih RW 13 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul perwakilan dari 22 RW, namun sebagian peserta fokus ke perempuan kepala keluarga ( janda ) karena mereka memang ini dikategorikan wanita rawan sosial ekonomi di mana butuh perhatian dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain menyerap aspirasi, kegiatan reses ini juga dirangkaikan dengan Aksi Donor Darah, Cek Kesehatan gratis dan pelayanan administrasi kependudukan (adminduk) bagi masyarakat setempat.
Sejumlah SKPD turut hadir, di antaranya dari Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Pertanian, Diskanak, Dinas Lingkungan Hidup, dan lainnya serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda). Kehadiran mereka bertujuan untuk memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat terkait program bantuan.
Yudha juga meminta pihak Bappeda untuk mencatat seluruh aspirasi masyarakat sebagai bahan perencanaan pembangunan. Ia menekankan pentingnya prioritas pembangunan di Kelurahan Sukagalih yang merupakan salah satu pusat pemerintahan, Mengingat banyak ruas jalan Kabupaten yang rusak di Kelurahan Sukagalih.
“Saya minta itu perhatian diprioritaskan oleh pemerintah daerah perbaikan-perbaikan jalan yang rusak terutama tadi disebutkan dari Babakan loa ke hampor itu dalam kondisi rusak seperti itu dan di sini juga belum sepenuhnya, di Jl tembusan pahlawan belum sepenuhnya di hotmik nah saya ini minta diprioritas Dinas PUPR,” tegasnya.
Berbagai aspirasi lain yang disampaikan warga antara lain perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu), kirmir, saluran air, BPJS, hingga penerangan jalan umum (PJU). Tak hanya itu, warga Perumahan Griya Pamoyanan 1 juga mengeluhkan belum terbitnya sertifikat rumah meski telah lunas.
Menanggapi hal tersebut, Yudha meminta Ketua RW 17 untuk mengajukan surat audiensi agar DPRD dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak pengembang dan dinas terkait, seperti Disperkim, guna mempercepat penyelesaian masalah.
Sebagai wakil rakyat, Yudha menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat. Ia juga meminta setiap usulan dilengkapi dengan proposal agar dapat dibahas lebih lanjut dalam rapat paripurna.
“Semoga saya bisa menjembatani walaupun tidak semudah membalikan telapak tangan Semoga saya bisa menjembatani apa saja yang disampaikan oleh masyarakat Kelurahan Sukagalih,” pungkasnya.
