GARUT INTAN NEWS – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut kembali menunjukkan respons lintas wilayah dengan membantu memadamkan kebakaran rumah panggung di Kampung Rancamaya, RT 02/RW 02, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (17/10/2026) malam.
Kepala Disdamkarmat Kabupaten Garut, U. Basuki Eko, menegaskan bahwa upaya penyelamatan jiwa dan penanggulangan kebakaran harus menjadi prioritas tanpa dibatasi wilayah administratif.
“Masalah penyelamatan jiwa tidak mengenal batas wilayah administratif. Pos damkar terdekat dan tercepat sampai lokasi, dia akan melaksanakan penyelamatan dan penanggulangan kebakaran. Tidak akan tanya-tanya ini siapa, masuk wilayah siapa. Langsung tangani secepatnya,” tegas Basuki.
Menurut Basuki, saat kebakaran terjadi di wilayah Tasikmalaya, personel Disdamkarmat Garut juga tengah melakukan penanganan lanjutan pascakebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Meski demikian, petugas tetap bergerak setelah menerima permintaan bantuan dari masyarakat melalui pusat panggilan Disdamkarmat Garut.
Berdasarkan laporan penanganan, informasi kebakaran diterima pada pukul 20.59 WIB. Petugas kemudian berangkat pukul 21.00 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 21.19 WIB, dengan waktu respons tercatat sekitar 20 menit.
Pemadaman dimulai pukul 21.20 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 22.30 WIB. Total waktu penanganan pemadaman mencapai 70 menit, dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk mencegah api kembali menyala.
Api Berasal dari Sisa Pembakaran
Kebakaran tersebut menghanguskan rumah panggung milik warga bernama Dasep dengan luas area terdampak sekitar 50 meter persegi.
Berdasarkan keterangan warga, api diduga berasal dari sisa pembakaran di dalam rumah yang ditempati seorang warga dengan gangguan kejiwaan. Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi kobaran api semakin membesar dan sulit dikendalikan.
Masyarakat kemudian menghubungi call center Disdamkarmat Garut untuk meminta bantuan pemadaman.
Petugas melakukan pemadaman menggunakan pola operasi IIB, kemudian melaksanakan pendinginan guna memastikan kondisi lokasi aman.
Dalam penanganan tersebut, warga setempat turut membantu petugas. Ketua RT setempat, Yuyu Wahyu, tercatat sebagai saksi dalam laporan kejadian.
Kerugian Ditaksir Rp50 Juta
Akibat kebakaran tersebut, nilai kerugian ditaksir mencapai Rp50 juta. Berdasarkan data laporan yang diterima, tidak terdapat korban luka maupun korban meninggal dunia.
Basuki menegaskan, respons cepat dalam penanganan kebakaran merupakan hal penting untuk menekan risiko meluasnya api dan menyelamatkan masyarakat.
Baginya, koordinasi antardaerah menjadi bagian penting dalam pelayanan pemadam kebakaran, terutama ketika lokasi kejadian membutuhkan bantuan dari unit yang dapat menjangkau tempat kejadian perkara lebih cepat.
“Pos damkar terdekat dan tercepat sampai lokasi, dia akan melaksanakan penyelamatan dan penanggulangan kebakaran,” pungkasnya.