GARUT INTAN NEWS – Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Garut diwarnai kegiatan unik yang digelar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut. Lapas menggelar turnamen domino sebagai ajang hiburan sekaligus sarana mempererat silaturahmi antara jajaran pemasyarakatan dengan masyarakat.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, A.Md.IP., S.H., M.Si., mengatakan domino sengaja dipilih karena merupakan permainan rakyat yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk membangun suasana kebersamaan dan kekeluargaan.
“Permainan ini kan permainan rakyat. Jadi dalam rangka kemerdekaan kita bisa saling bersilaturahmi, membina hubungan kekeluargaan dan hubungan emosional, sehingga dalam bermasyarakat kita bisa semakin kompak,” ujar Rusdedy.
Ia menambahkan, turnamen tersebut juga menjadi bentuk keterbukaan Lapas dalam membangun interaksi positif dengan masyarakat. Lapas, kata dia, tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan di dalam lembaga, tetapi juga berupaya hadir melalui kegiatan sosial kemasyarakatan.
“Ini satu pembuktian bahwa Lapas Garut juga turut serta dalam menyelenggarakan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Ini wujud kebersamaan, kekeluargaan antara pemasyarakatan Garut Raya dengan masyarakat umum,” katanya.
Warga Binaan Ikut Merasakan Semarak Kemerdekaan
Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya dirasakan masyarakat di luar Lapas. Warga binaan juga dilibatkan dalam rangkaian kegiatan melalui pertandingan khusus yang digelar di lingkungan Lapas.
“Pada malam ini juga kita libatkan warga binaan, cuma warga binaan mainnya di dalam. Jadi sama-sama,” ungkap Rusdedy.
Keterlibatan warga binaan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan. Mereka diberikan ruang untuk beraktivitas secara positif sekaligus merasakan suasana perayaan kemerdekaan.
Rusdedy menegaskan, pembinaan warga binaan tidak hanya berorientasi pada perubahan sikap dan perilaku, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu kembali dan diterima di tengah masyarakat.
Empat Domba Jadi Hadiah Utama
Hal menarik lainnya dari turnamen domino tersebut adalah hadiah utama yang berasal dari program pembinaan kemandirian warga binaan, khususnya di sektor peternakan.
Lapas Kelas IIA Garut diketahui memiliki peternakan domba dengan jumlah lebih dari 200 ekor. Sebagian hasil dari kegiatan produktif tersebut dimanfaatkan sebagai hadiah bagi para pemenang turnamen.
“Insyaallah hadiahnya hasil dari kegiatan peternakan warga binaan,” ujar Rusdedy.
Sebanyak empat ekor domba disiapkan sebagai hadiah bagi juara pertama hingga keempat, ditambah sejumlah hadiah hiburan lainnya.
“Jadi kita mungkin mengambil empat domba untuk pemenang satu, dua, tiga, empat dan hadiah-hadiah hiburan,” jelasnya.
Pemanfaatan hasil peternakan warga binaan ini menjadi gambaran bahwa program pembinaan di Lapas tidak hanya menyasar pembentukan sikap dan perilaku, tetapi juga mendorong keterampilan produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Momentum Pulihkan Hubungan Sosial
Di balik keseruan turnamen domino, terdapat pesan yang lebih besar, yakni upaya membangun kembali hubungan sosial antara warga binaan dengan masyarakat.
Rusdedy berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk terus memperbaiki sikap dan perilaku sebelum kembali sepenuhnya ke tengah masyarakat.
“Untuk warga binaan, di hari kemerdekaan ini semakin memperbaiki sikap dan perilaku,” katanya.
Menurutnya, persoalan hukum yang pernah menjerat seseorang tidak semestinya menjadi penghalang untuk membangun kembali hubungan sosial setelah menjalani proses pembinaan.
“Hubungan mungkin waktu di luar sempat retak dengan masyarakat karena terjadinya kasus hukum. Dengan kegiatan ini, insyaallah bisa kembali berbaur, bermain bersama dengan masyarakat,” tuturnya.
Ia menilai interaksi positif antara warga binaan dan masyarakat merupakan bagian penting dalam proses reintegrasi sosial.
“Jadi memulihkan kesatuan hubungan antara warga binaan dengan masyarakat,” pungkasnya.
Turnamen domino tersebut akhirnya tidak sekadar menjadi kegiatan hiburan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Lebih dari itu, kegiatan ini membawa pesan tentang kebersamaan, produktivitas, pembinaan, dan pemulihan hubungan sosial.
