GARUT INTAN NEWS – Komitmen terhadap peningkatan kualitas pemuda desa terus ditunjukkan Anggota DPRD Garut Fraksi PKS, Hj. Eneng Kustini. Melalui visi besar peningkatan pemuda desa bertalenta, ia menyisihkan sebagian dana aspirasi dewan untuk mendukung pelatihan kerja bagi generasi muda di Kabupaten Garut.
Program tersebut diwujudkan melalui Pelatihan bagi Para Pencari Kerja Tahun 2026 yang secara resmi ditutup oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Samarang, Kamis (16/4/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan siap kerja.
“Kami ingin memastikan bahwa anak-anak Garut memiliki keterampilan yang memadai sehingga bisa menciptakan kesempatan kerja di masyarakat maupun terserap di industri. Ini adalah komitmen kita secara serius untuk meningkatkan lapangan kerja melalui penguatan keterampilan, pengetahuan, dan sikap,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, E. Kustini menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya nyata dalam mewujudkan pemuda desa yang bertalenta dan mandiri.
“Visi kami adalah mendorong peningkatan pemuda desa bertalenta yang tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga kepercayaan diri untuk bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha. Dana aspirasi ini kami arahkan agar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, khususnya generasi muda di desa,” ungkap E. Kustini.
Program pelatihan ini mencakup delapan bidang keahlian yang dinilai memiliki peluang kerja tinggi. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut, Nia Garnia Karyana, menyampaikan bahwa ke depan pihaknya akan memprioritaskan pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan industri, seperti pembuatan upper sepatu, menjahit, servis ponsel, hingga pembuatan roti.
Sementara itu, Ketua Pelaksana, Yayan Gunawan, melaporkan bahwa pelatihan diikuti oleh 160 peserta yang terbagi dalam 10 paket kejuruan. Program ini menggunakan kurikulum berbasis Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yang mengombinasikan teori dan praktik di berbagai bidang, seperti barista, servis HP, desain grafis, pengelasan, hingga servis motor.
“Peserta yang dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat resmi sesuai dengan kompetensinya,” jelas Yayan.
