GARUT INTAN NEWS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menorehkan capaian kinerja luar biasa sepanjang tahun 2025. Berbagai prestasi berhasil diraih, mulai dari peningkatan kinerja keuangan, keberhasilan program pembinaan dan integrasi warga binaan, hingga keberhasilan produk UMKM warga binaan yang menembus pasar Eropa hingga 10 kali ekspor.
Dari sisi kinerja keuangan, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Lapas Garut menunjukkan tren peningkatan signifikan. Pada tahun 2024, PNBP tercatat sebesar Rp35.477.592, sementara pada tahun 2025 meningkat menjadi Rp61.102.928. Capaian ini menjadi bukti optimalisasi program kemandirian dan pengelolaan pembinaan berbasis produktivitas.
Dalam program integrasi, ribuan warga binaan mendapatkan hak-hak pemasyarakatan. Sebanyak 669 orang memperoleh Remisi Keagamaan, 659 orang Remisi Umum, dan 554 orang Remisi Dasawarsa. Selain itu, 249 warga binaan mendapatkan hak Pembebasan Bersyarat (PB), 40 orang Cuti Bersyarat (CB), 1 orang Cuti Menjelang Bebas (CMB), serta 125 orang bebas murni. Tercatat pula 36 warga binaan telah memiliki Surat Keputusan (SK) bebas PB dan CB untuk tahun 2026.
Dalam mendukung 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Lapas Garut memberdayakan 368 warga binaan atau sekitar 61 persen dari total penghuni dalam kegiatan kerja kemandirian dan tamping kebersihan kantor, dapur, serta poliklinik. Sementara itu, 218 warga binaan atau 39 persen aktif mengikuti pembinaan kepribadian.
Upaya pengawasan dan pelayanan juga terus dimaksimalkan. Tim OSINT (profiling dan agen informasi) siaga 24 jam dengan dukungan kamera CCTV di berbagai titik strategis sebagai langkah deteksi dini pencegahan gangguan keamanan. Lapas Garut juga mengoperasikan Dapur Sehat H2O (Halal, Higienis, Zero Waste) dengan memberdayakan 22 warga binaan dan telah mendistribusikan lebih dari 655.215 porsi makanan.
Dalam rangka pemberantasan narkoba, Lapas Garut melaksanakan 71 kali razia rutin dan insidentil serta 4 kali razia gabungan. Dari hasil penggeledahan kamar hunian periode Januari hingga Oktober 2025, petugas menyita 237 unit handphone, 168 powerbank, 176 headset, dan 336 kabel data. Tes urine terhadap warga binaan dilakukan 12 kali dengan 185 orang, serta 6 kali terhadap 65 pegawai. Atas komitmen tersebut, Lapas Garut meraih penghargaan Lapas Bersinar (Bersih Narkoba).
Dalam aspek penegakan disiplin, sebanyak 255 warga binaan ditindak atas pelanggaran tata tertib dan keamanan, serta 5 orang ditindaklanjuti berdasarkan pengaduan masyarakat. Untuk mengatasi over capacity dan over crowding, sebanyak 138 warga binaan berisiko tinggi dipindahkan ke Lapas Maximum Security.
Pembinaan kepribadian juga menjadi fokus utama, di antaranya melalui Pesantren Taubatul Muzdib dengan 180 santri warga binaan, pembinaan olahraga, perpustakaan dengan koleksi 876 buku, serta rehabilitasi sosial pemasyarakatan yang diikuti 163 warga binaan.
Di bidang kemandirian dan UMKM, Lapas Garut mencatat prestasi membanggakan. Program UMKM coir shade berhasil melakukan 10 kali ekspor ke pasar Eropa dengan total 8.500 pcs sepanjang 2025. Selain itu, warga binaan juga terlibat dalam produksi tahu sebanyak 36.000 pcs, roti, pangkas rambut, konveksi, roastery kopi dengan produksi 2.600 sachet kopi, membatik, hingga pengelolaan kantin Primkopasindo.
Tak hanya itu, Lapas Garut tengah mengembangkan berbagai sarana pendukung ketahanan pangan, seperti pembangunan galeri UMKM dan RPK, café integrasi, kandang ayam petelur, kandang sapi pedaging, rumah pemotongan hewan, serta berbagai program pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan. Hasilnya, produksi pangan mencapai puluhan ton, mulai dari padi, jagung, ayam pedaging, domba, ikan lele, nila, hingga pengolahan sampah organik dan anorganik.
Sebagai bentuk transparansi kepada publik, Lapas Garut juga aktif melakukan publikasi kinerja melalui ratusan pemberitaan di media internal maupun eksternal.
Berbagai capaian tersebut menegaskan komitmen Lapas Kelas IIA Garut dalam mewujudkan pemasyarakatan yang produktif, humanis, dan berorientasi pada pembinaan, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan negara.
