GARUT INTAN NEWS – Dinas Pertanian Kabupaten Garut terus menggencarkan upaya pengendalian hama tikus secara serentak dan berkelanjutan guna melindungi lahan pertanian dari ancaman gagal panen. Langkah ini dilakukan karena hama tikus masih menjadi salah satu ancaman utama bagi produksi padi di berbagai wilayah.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, mengatakan pengendalian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan Petani, Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta jajaran Dinas Pertanian agar pelaksanaannya lebih efektif.
“Pengendalian hama tikus harus dilakukan secara serentak dan berkelanjutan karena pertumbuhan hama tikus sangat masif” ujar Ardhy.
Ia menjelaskan, petani yang ingin melaksanakan gerakan pengendalian hama dapat berkoordinasi terlebih dahulu dengan Dinas Pertanian melalui UPT setempat. Koordinasi tersebut bertujuan untuk menyusun jadwal pelaksanaan sekaligus menyiapkan peralatan yang dibutuhkan.
Dalam pengendalian hama tikus, Dinas Pertanian menerapkan beberapa metode yang dinilai ramah lingkungan dan efektif. Di antaranya menggunakan alat pembakar dengan bahan belerang untuk mengasapi sarang tikus, serta pemasangan rumah burung hantu sebagai pengendali hayati yang memanfaatkan predator alami tikus.
Selain upaya pencegahan dan pengendalian, Dinas Pertanian juga menyiapkan langkah antisipasi apabila serangan hama menyebabkan kerusakan yang cukup parah. Salah satunya melalui penyediaan asuransi usaha tani sebagai perlindungan bagi petani.
“Apabila kondisi sudah tidak tertolong lagi, kami menyediakan asuransi usaha tani sebagai jalan terakhir. Selain itu, kami juga menyiapkan cadangan benih bagi petani yang lahannya mengalami kerusakan akibat serangan hama tikus,” jelas Ardhy.
Menurutnya, penyebaran hama tikus umumnya meningkat pada musim transisi atau saat terjadi kemarau basah. Kondisi tersebut dinilai sangat mendukung perkembangan populasi tikus sehingga memerlukan kewaspadaan dan pengendalian secara intensif.
Melalui gerakan pengendalian yang dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, Dinas Pertanian Kabupaten Garut berharap populasi hama tikus dapat ditekan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan risiko gagal panen dapat diminimalkan.
