GARUT INTAN NEWS – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama musim libur Lebaran 2026. Jumlah wisatawan meningkat hingga 59,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menandai pergeseran tren destinasi unggulan ke wilayah Garut Selatan.
Kepala Disparbud Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengungkapkan total kunjungan wisatawan mencapai 255.506 orang. Angka tersebut naik tajam dari 159.997 wisatawan pada periode Lebaran 2025.
“Kita mengalami peningkatan hampir 60 persen. Ini menunjukkan geliat pariwisata Garut yang sangat positif,” ujar Beni saat ditemui di Kantor Sekretariat Daerah Garut, Senin (6/4/2026).
Perubahan mencolok terlihat pada peta destinasi favorit wisatawan. Jika tahun lalu kawasan pegunungan mendominasi, kini wisata pantai di Garut Selatan justru menjadi magnet utama.
Destinasi Pantai Santolo menempati posisi teratas dengan 23.368 pengunjung, diikuti Pantai Sayang Heulang sebanyak 21.560 pengunjung. Sementara itu, TWA Gunung Papandayan tetap menunjukkan tren positif di peringkat ketiga dengan 22.447 pengunjung, naik dari 15.400 pada tahun sebelumnya.
Adapun destinasi lain seperti Taman Air Sabda Alam dan Tepas Papandayan masing-masing mencatat 18.963 dan 18.810 kunjungan.
“Ini tren yang luar biasa. Di tengah dinamika kondisi lapangan, justru pantai menjadi destinasi unggulan tahun ini,” kata Beni.
Lonjakan kunjungan ini turut berdampak pada Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beberapa destinasi bahkan melampaui target tahunan, seperti Pantai Santolo yang mencapai 134 persen dari target, Pantai Sayang Heulang sebesar 49 persen, serta Pantai Rancabuaya yang menembus 59 persen.
Disparbud Garut optimistis tren positif ini akan berlanjut, mengingat masih ada dua periode puncak kunjungan wisata, yakni libur sekolah serta Natal dan Tahun Baru.
Meski demikian, pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk terus membenahi sektor pariwisata, terutama dalam aspek keamanan, kebersihan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sebagai langkah strategis, Disparbud juga akan mempercepat digitalisasi sistem pengelolaan destinasi melalui penerapan e-ticketing dan pembayaran non-tunai berbasis QRIS.
“Ke depan, kami akan terapkan e-ticketing secara bertahap di seluruh destinasi. Ini untuk meningkatkan kualitas layanan sekaligus mendorong pertumbuhan kunjungan dan PAD,” pungkas Beni.
