BerandaBudayaMengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang

Mengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang

GARUT INTAN NEWS – Dalam menjelang peringatan Hari Jadi ke-211 Kabupaten Garut, Kampung Paledang mengemban misi mulia dengan merawat dan memajukan tradisi batik tulis Garutan. Pada kegiatan Sosialisasi Instruksi Bupati Garut tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup di Aula DLH Kabupaten Garut, Kampung Batik Paledang di Garut Kota menjadi pusat perhatian.

Kepala DLH Kabupaten Garut, Jujun Juansyah menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam upaya pelestarian batik tulis Garutan menjadi sebuah investasi untuk menjaga identitas khas Kabupaten Garut.

Mengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang
Mengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang

“Ini karya warisan budaya bangsa yang tak lekang oleh waktu,” tegasnya.

Ria Apriani, seorang perajin batik tulis Garutan yang memiliki usaha Batik Ceuria, menjadi contoh nyata ketekunan dalam menjaga dan mengembangkan tradisi ini. Dengan memakan waktu antara 2 minggu hingga 1 bulan untuk menciptakan satu karya batik tulis, Ria berhasil menghasilkan karya-karya berkualitas tinggi yang diminati tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga dari luar daerah.

“Kadang kita nulisnya itu gugup gitu, jadi butuh ketenangan gitu, makanya Ibu kalau membatik itu enak malam, jadi kan udara dingin, suasana sepi gitu kan, jadi enak membatik itu gitu,” ujar Ria.

Bukan hanya menjaga motif-motif khas Garutan, Ria juga menerima pesanan motif custom sesuai keinginan pelanggan.

Mengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang
Mengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang

“Tantangannya kadang-kadang ada yang pesan gambar harley, pedang, harimau, yang bukan batik khas Garutan. Tetapi saya ingin memuaskan pelanggan, (jadi) saya mengerjakan sesuai pesanan,” tambah Ria.

Proses pembuatan satu batik melibatkan modal sekitar Rp700 ribu, dan harga jual berkisar di angka Rp1.200.000, tergantung pada motif dan tingkat kerumitan. Ria juga melakukan diversifikasi produk dengan menyediakan pakaian batik jadi dan hiasan dinding dari batik tulis Garutan, menjadikannya pilihan souvenir khas Kabupaten Garut.

Sementara itu, Pj Bupati Garut, Barnas Adjidin, menyuarakan komitmen serius dalam mengembangkan batik tulis Garutan. Pemkab Garut menjadikan penggunaan batik tulis Garutan sebagai pakaian wajib setiap hari Jumat bagi pegawai di lingkungan Pemkab Garut. Langkah ini sebagai bentuk dukungan dan memupuk rasa kecintaan terhadap warisan budaya daerah.

Melalui Kampung Batik Paledang, Garut juga melakukan langkah strategis dalam mendukung para pembatik. Pemerintah Daerah Kabupaten Garut dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Garut turut ambil bagian dengan memberikan dukungan berupa studi banding ke daerah lain dan sertifikasi profesi keahlian membatik bagi para perajin batik.

Anting Irawan, Ketua RW 11 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Garut Kota, menjelaskan bahwa Kampung Batik Paledang memiliki sekitar 40 pembatik aktif. Dukungan pemerintah mencakup studi banding dan sertifikasi profesi keahlian, memperkuat standar kompetensi para pembatik.

Mengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang
Mengukir Keberlanjutan Tradisi Batik Tulis Garutan di Kampung Batik Paledang

“Jadi kenapa dibikin kampung batik, karena di sini memang perajin batik sangat banyak, batik tulis ini sangat unik, antik ya dan nilai seninya luhur luae biasa, ini karya warisan budaya bangsa,” Ujarnya.

Pj Bupati, Barnas Adjidin, menegaskan perlunya pengembangan dan pemajuan batik tulis Garutan. batik tulis Garutan memiliki kualitas yang setara dengan batik-batik terkenal di Indonesia.

“Wajib itu nggak bisa nggak, pasti punya lah, yang misalnya sudah kusam udah beli lah sini (Kampung Batik Paledang),” katanya.

Sebagai perajin batik, Ria menyambut baik perhatian pemerintah dan berharap agar inisiatif dan dukungan terus mengalir.

Ridwan Effendi, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi, dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut menegaskan bahwa batik garutan ini bisa deibandingkan dengan batik tulisan lainnya.

“Tentu saja batik Garutan ini bisa sejajar dengan batik-batik tulis yang lainnya, bahkan juga tentu memiliki keunggulan tersendiri,” pungkasnya.

Kampung Batik Paledang bukan hanya menjadi tempat berkembangnya seni dan kreativitas para perajin batik, tetapi juga menunjukkan bagaimana sebuah kampung mampu menjadi garda terdepan dalam melestarikan dan memajukan warisan budaya daerah. Di tengah arus globalisasi, Kampung Batik Paledang di Kabupaten Garut menjadi contoh nyata bahwa tradisi batik tulis Garutan tetap eksis, kokoh, dan mampu bersaing di kancah nasional.

Simak berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita GarutIntanNews.com di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUeKWD1iUxcq6U1Fe40. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Banyak Dibaca