BerandaBabancongKenaikan Harga Beras dan Bahan Pokok di Garut : Antara Tantangan Musim...

Kenaikan Harga Beras dan Bahan Pokok di Garut : Antara Tantangan Musim Tanam dan Upaya Stabilitas Pasar

GARUT INTAN NEWS – Kabupaten Garut kini menghadapi tantangan serius dengan kenaikan harga beras dan bahan pokok dalam beberapa minggu terakhir.

Ridwan Effendi, Kadisperindag & ESDM Garut, mengungkapkan bahwa meskipun kenaikan tersebut masih dalam kisaran yang dapat diterima, perlu diberikan perhatian khusus, terutama terkait ketersediaan stok dan kebutuhan masyarakat.

“Kami pantau di beberapa pasar rakyat di Kabupaten Garut, memang beberapa minggu terakhir mengalami kenaikan. Adapun kenaikannya belum terlalu signifikan, masih dalam kisaran yang dapat diterima,” ungkap Ridwan Effendi pada Senin (5/2).

Rincian harga beras premium menunjukkan kenaikan menjadi Rp 14.083, medium Rp 13.350, termahal Rp 14.833, dan yang termurah non-Bulog sebesar Rp 10.083. Effendi menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti musim tanam dan kondisi pasokan saat ini memengaruhi dinamika harga di pasaran.

“Kenaikan ini dilatarbelakangi baru memulai musim tanam. Beberapa area pertanian kita pantau memang dan kami koordinasikan dengan Dinas Pertanian. Ini baru memulai musim tanam di satu bulan terakhir ini setelah sebelumnya mengalami kekeringan yang cukup panjang,” terangnya.

Ketersediaan stok dan pasokan dari petani masih terganggu karena baru memulai musim tanam setelah periode kekeringan. Pasokan beras belum mencapai tingkat yang diharapkan di musim panen, sementara permintaan masyarakat tetap tinggi.

“Tentu dari ketersediaan stok supply-nya memang agak sedikit terganggu, sementara permintaan masih sangat cukup tinggi dari masyarakat sekarang,” tambah Effendi.

Bukan hanya beras, bahan pokok lainnya seperti minyak goreng juga mengalami kenaikan harga. Ridwan Effendi menekankan bahwa kenaikan harga juga terjadi pada komoditas lain seperti cabai merah. Meskipun demikian, kondisi pasar masih terkendali dengan sebagian besar komoditas lain, termasuk sayuran, yang tetap pada harga sebelumnya.

Pernyataan Kadisperindag & ESDM Garut memberikan gambaran tentang dinamika harga beras dan bahan pokok di Garut. Koordinasi antara pemerintah daerah, Dinas Pertanian, dan pelaku pasar menjadi kunci untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di pasaran.

Simak berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita GarutIntanNews.com di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUeKWD1iUxcq6U1Fe40. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Banyak Dibaca