GARUT INTAN NEWS – Harga sejumlah komoditas sayuran di Kabupaten Garut mengalami perubahan pada minggu keempat Oktober 2026. Berdasarkan laporan data harga komoditas sayuran periode 19–23 Oktober 2026 Dinas Pertanian Kabupaten Garut, sebanyak delapan komoditas mengalami penurunan harga, sedangkan empat komoditas tercatat mengalami kenaikan.
Data pantauan tersebut bersumber dari petani di Kecamatan Cikajang, Bayongbong, dan Banyuresmi. Dari 12 komoditas yang dipantau, tidak ada komoditas yang tercatat stabil berdasarkan persentase perubahan mingguan dalam laporan tersebut.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan rata-rata harga tertinggi, yakni Rp52.800 per kilogram. Meski demikian, harga tersebut turun sekitar 7 persen dibandingkan rata-rata minggu sebelumnya yang mencapai Rp56.800 per kilogram.
Penurunan juga terjadi pada cabai merah keriting yang rata-rata dibanderol Rp43.600 per kilogram, turun 11 persen dari Rp49.200 per kilogram pada minggu sebelumnya.
Sementara itu, cabai merah tercatat memiliki rata-rata harga Rp40.000 per kilogram, turun 5 persen dibandingkan minggu sebelumnya sebesar Rp42.000 per kilogram.
Di tengah penurunan harga sejumlah komoditas, kol atau kubis justru mengalami kenaikan tertinggi secara persentase. Harga rata-ratanya mencapai Rp3.500 per kilogram, naik 17 persen dari Rp3.000 per kilogram pada minggu sebelumnya.
Bawang merah juga mengalami kenaikan 11 persen, dari rata-rata Rp18.000 menjadi Rp20.000 per kilogram. Adapun siampo atau sawi putih naik 6 persen, dari Rp3.100 menjadi Rp3.300 per kilogram.
Untuk komoditas lainnya, kacang merah tercatat rata-rata Rp9.000 per kilogram, turun 8 persen. Buncis berada di harga Rp7.600 per kilogram, turun 3 persen, sedangkan kentang ABC mencapai Rp7.200 per kilogram, turun 11 persen.
Tomat dijual dengan rata-rata Rp7.000 per kilogram, turun 8 persen. Labu siam berada di angka Rp6.000 per kilogram, turun 3 persen, sementara wortel tercatat Rp5.600 per kilogram atau naik 2 persen.
Siampo atau sawi putih menjadi komoditas dengan rata-rata harga terendah dalam daftar tersebut, yakni Rp3.300 per kilogram.
Perubahan harga ini menunjukkan pergerakan yang berbeda antar komoditas sayuran di Kabupaten Garut. Data tersebut dapat menjadi informasi bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk memantau perkembangan harga di tingkat petani.
Laporan harga sayuran minggu keempat Oktober 2026 ini dihimpun dari Dinas Pertanian Kabupaten Garut. Harga di pasar atau tingkat pengecer dapat berbeda bergantung pada lokasi, distribusi, dan biaya perdagangan.