GARUTINTANNEWS – Upaya menciptakan iklim pembelajaran matematika berbantuan AI dan pembelajaran yang menyenangkan digencarkan oleh sivitas akademika Sekolah Pascasarjana Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut. Hal tersebut dibuktikan melalui pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang memadukan teknologi modern dan media konkret di SMPN 1 Banyuresmi.
Kegiatan yang mengusung konsep Smart Education ini terselenggara berkat kolaborasi erat antara perguruan tinggi, pihak sekolah, dan organisasi profesi guru di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Sinergi ini menjadi ruang pertukaran gagasan demi mendongkrak mutu pendidikan matematika di Kabupaten Garut.
Hadir secara langsung memberikan dukungan, jajaran pimpinan Sekolah Pascasarjana IPI Garut, di antaranya Direktur Pascasarjana Assoc. Prof. Dr. Asep Nurjamin, M.Pd., Wakil Direktur I Dr. Dian Rahadian, M.Pd., Wakil Direktur II Dr. Jamilah, M.Pd., serta Ketua Prodi S-2 Pendidikan Matematika Dr. Rostina Sundayana, M.Pd.
Dukungan dari otoritas pendidikan setempat turut ditunjukkan dengan kehadiran Pengawas SMP Rayon 4, Sadiah, M.Pd. dan Rita Susanti, M.Pd., serta Wakil Kepala SMPN 1 Banyuresmi Yogi Suhendar, S.Pd., M.Pd., yang turut memberikan sambutan hangat pada pembukaan acara. Keunikan program PPL kali ini terletak pada sasaran kegiatan yang menyentuh dua pilar utama pendidikan sekaligus, yaitu peningkatan kapasitas guru dan pelibatan aktif peserta didik secara paralel di lokasi yang sama.
Di ruang pelatihan guru, sebanyak 27 pendidik MGMP Rayon 4 dibekali materi dari empat narasumber kompeten. Sesi pertama diisi oleh Rani Permatasari, S.Pd., Gr. yang mengulas perancangan Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) berbantuan AI, dilanjutkan oleh Hilmi Adilanisa, S.Mat. mengenai pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis AI menggunakan platform Genially.

Pelatihan guru berlanjut dengan pemaparan dari Intan Nurelitsa, S.Pd. tentang perancangan LKPD dan E-LKPD interaktif berbantuan AI, serta Dr. Rostina Sundayana, M.Pd. yang membedah strategi pemanfaatan media interaktif sekaligus perancangan alat evaluasi pembelajaran berbasis AI yang komprehensif.
Pada saat yang bersamaan di area terpisah, sebanyak 30 siswa SMPN 1 Banyuresmi tampak antusias mengikuti pameran dan demonstrasi alat peraga matematika konkret. Sesi untuk siswa ini dirancang khusus untuk memecah stigma bahwa matematika adalah pelajaran yang rumit dan menakutkan.
Sesi edukasi siswa tersebut dipandu secara interaktif oleh Mumu Setyawan, S.Pd. Gr. dan Laras Dewi Indriyani, S.Pd. Gr. Keduanya membimbing para siswa memanipulasi aneka alat peraga konkret sehingga konsep-konsep matematika yang semula bersifat abstrak menjadi lebih visual, riil, dan mudah dipahami nalar anak.
Melalui kombinasi literasi digital bagi guru dan eksplorasi visual bagi siswa, kegiatan PPL ini dinilai memberikan pengalaman praktis yang berdampak langsung terhadap proses belajar mengajar di ruang kelas.
Rangkaian program PPL mahasiswa Magister Pendidikan Matematika IPI Garut ini dijadwalkan berlangsung berkesinambungan di sejumlah sekolah, termasuk pelaksanaan kegiatan lanjutan di SMK Fauzaniyyah Sukaresmi untuk memperluas jangkauan manfaatnya.***Red
