GARUT INTAN NEWS – Ketua Pemuda Tani DPC Kabupaten Garut, H.M. Rian, mengajak pemerintah, pelaku industri kulit, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam menangani persoalan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas industri kulit di Kabupaten Garut.
Ajakan tersebut disampaikan sebagai upaya mendorong terwujudnya industri kulit yang bersih, sehat, dan berkelanjutan, tanpa mengabaikan aspek perlindungan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Menurut H.M. Rian, industri kulit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Namun, pengelolaan limbah industri harus menjadi perhatian serius agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan maupun masyarakat sekitar.
“Mari membangun sinergitas dalam menyelesaikan pencemaran lingkungan industri kulit,” ujar H.M. Rian.
Ia menyebut sejumlah persoalan yang masih dihadapi, antara lain pencemaran air dan tanah, bau menyengat, pencemaran udara, serta limbah berbahaya yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat dan merusak ekosistem.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, H.M. Rian mendorong penerapan pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, penggunaan teknologi produksi yang ramah lingkungan, serta penguatan pengawasan dan kerja sama lintas sektor.
H.M. Rian berharap seluruh pihak dapat membangun komitmen bersama untuk mewujudkan lingkungan industri yang lebih baik melalui pengelolaan limbah yang tepat dan praktik produksi yang berkelanjutan.
“Mari bersinergi, bukan mencemari,” tegasnya.
