GARUT INTAN NEWS — Dinas Pertanian Kabupaten Garut mulai menggelar bazaar produk pertanian sebagai langkah strategis memperkuat promosi sekaligus memperluas akses pasar bagi hasil panen petani lokal. Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai acara seremonial, tetapi menjadi agenda rutin yang berkelanjutan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menyampaikan bahwa bazaar yang digelar pada bulan Mei ini menjadi pembuka dari rangkaian kegiatan serupa yang akan dilaksanakan secara berkala. Ke depan, bazaar direncanakan hadir setiap Kamis pada minggu pertama di awal bulan.
“Rencananya memang untuk bazar itu kita akan agendakan secara rutin setiap hari kamis minggu pertama di awal bulan, jadi untuk komoditinya itu bebas apapun yang penting produk pertanian” ujarnya pada kamis (07/05).
Ia menjelaskan, tujuan utama kegiatan ini adalah sebagai sarana promosi berbagai produk hasil petani di Garut. Selain itu, bazaar juga diharapkan dapat membantu menciptakan stabilitas dan transparansi harga komoditas pangan di tingkat masyarakat.
Tidak ada pembatasan jenis komoditas yang ditampilkan dalam bazaar tersebut. Mulai dari sayuran segar, bawang Merah, labu, Umbi-umbian hingga tanaman hias dan lainnya, semuanya dapat menjadi bagian dari etalase produk. Variasi ini akan terus berkembang seiring dengan sistem rotasi wilayah yang diterapkan.
Dinas Pertanian akan melibatkan 15 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di berbagai wilayah di Garut. Setiap bulan, UPT diharapkan akan bergiliran menampilkan produk unggulan khas daerah masing-masing. Dengan sistem ini, masyarakat dapat menikmati keragaman hasil pertanian yang berbeda di setiap penyelenggaraan bazaar.
“Setiap bulan produknya bisa berbeda, tergantung wilayah yang mengisi. Ini menjadi peluang untuk memperkenalkan kekhasan masing-masing daera. Jadi setiap bulan bazaar itu mungkin produknya tidak akan sama hari ini mungkin ada bawang, ada labu madu, ada sayuran segar, ubi cilembu dan lainya, bulan depan mungkin kalau upt nya beda mungkin bisa beda produknya” kata Ardhy.
Antusiasme masyarakat terhadap bazaar ini pun terbilang tinggi. Respons positif tersebut menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk terus mengembangkan kegiatan ini agar lebih variatif dan berdampak luas.
Lebih dari sekadar aktivitas jual beli, bazaar ini juga diharapkan menjadi ruang promosi yang efektif bagi petani. Produk yang ditampilkan tidak harus terbatas pada bahan pangan, tetapi juga dapat mencakup komoditas non-pangan seperti tanaman hias yang memiliki nilai ekonomi.
