GARUT INTAN NEWS – Palang Merah Indonesia Kabupaten Garut memastikan stok darah di wilayahnya dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selama periode Januari hingga April 2026, stok darah yang tersedia mencapai sekitar 8.000 labu darah dengan rata-rata permintaan sekitar 2.000 labu darah setiap bulan.
Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Garut, dr. Iwan Irawan mengatakan, masyarakat selama ini masih banyak yang memahami darah hanya berdasarkan golongan darah seperti A, B, O, dan AB. Padahal, kebutuhan pasien tidak hanya ditentukan oleh golongan darah, tetapi juga jenis produk darah yang dibutuhkan.
“Yang harus dipahami masyarakat, darah itu bukan hanya soal golongan A, B, O, atau AB. Yang menjadi persoalan itu produk darahnya. Produk darah ada banyak jenisnya, seperti PRC, trombosit, whole blood, washed red cell, hingga FFP,” ujar dr. Iwan.
Ia menjelaskan, kondisi stok golongan darah tertentu terkadang dianggap kosong oleh masyarakat, padahal sebenarnya stok golongan darah tersebut masih tersedia dalam bentuk produk lain yang tidak sesuai kebutuhan pasien.
“Misalnya golongan darah A masih banyak, tetapi pasien membutuhkan trombosit atau produk tertentu. Jadi tidak bisa diganti dengan produk lain meskipun golongan darahnya sama,” katanya.
Menurutnya, produk darah yang paling sering dibutuhkan masyarakat adalah PRC atau packed red cell. Sementara kebutuhan trombosit biasanya meningkat saat musim hujan, terutama untuk pasien demam berdarah dengue (DBD).
PMI Garut juga mengimbau masyarakat agar aktif mendonorkan darah untuk menjaga ketersediaan seluruh jenis produk darah tetap aman. Informasi stok darah dapat diakses masyarakat secara langsung melalui situs resmi PMI Garut di pmigarut.com.
