GARUT INTAN NEWS – Universitas Garut (UNIGA) melaksanakan wisuda Sarjana dan Magister Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025–2026 di Kampus UNIGA, Jalan Raya Samarang, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Sabtu (14/2/2026).
Rektor Universitas Garut, Irfan Nabhani, menyampaikan capaian kelulusan sebanyak 1.160 wisudawan yang telah menyelesaikan tahapan akademik.
”Hari ini saudara berdiri setara sebagai lulusan Universitas Garut dengan tanggung jawab yang sama untuk membawa ilmu, iman dan amal serta menjaga nilai nama baik almamater,” ungkap Irfan.
Wisudawan tersebut diantaranya Program Pascasarjana: 54 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): 184 orang, Fakultas Teknik (FTEKNIK): 59 orang, Fakultas Pendidikan Islam dan Keguruan (FPIK): 186 orang, Fakultas Komunikasi dan Informasi (FKOMINFO): 133 orang, Fakultas Kewirausahaan (FKWU): 71 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP): 74 orang, Fakultas Ekonomi (FEKON): 320 orang dan Fakultas Pertanian (FAPERTA): 79 orang
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Rektor Universitas Garut Dr. Irfan Nabhani, S.E., M.T., jajaran pimpinan kampus, serta tamu kehormatan dari tingkat nasional dan daerah. Di antaranya Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) Dr. H. T.B. Ace Hasan Syadzily, M.Si., Sekretaris Utama Lemhanas RI Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S, M.Si., Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhanas RI Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E., serta Bupati Kabupaten Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., IPU.
Gubernur Lemhannas RI, Ace Hasan Syadzily, menyampaikan bahwa ilmu dan keterampilan yang diperoleh para wisudawan selama menempuh pendidikan di UNIGA harus menjadi modal utama untuk berkontribusi bagi masyarakat dan daerah.
”Kita tentu berharap apa yang telah mereka dapatkan dapat dimanfaatkan untuk berkontribusi terhadap dunia pendidikan, pertumbuhan ekonomi, serta mengoptimalkan kekayaan alam daerah, mengingat Garut memiliki potensi berlimpah mulai dari pertanian, kelautan, hingga peternakan,” ujar Ace.
Ketahanan nasional saat ini bergantung pada ketahanan daerah. Penguatan ideologi kebangsaan dan karakter diri dinilai penting agar lulusan mampu berkompetisi di tengah persaingan global. Ace Hasan Syadzily mengapresiasi UNIGA atas konsistensinya menyelenggarakan Pendidikan Bela Negara (PBN).
”Kami membuka peluang kerja sama (MoU) ke depan agar dosen maupun peserta dari UNIGA dapat mengikuti pendidikan kepemimpinan di Lemhannas RI. Kami juga sangat terbuka terhadap kajian-kajian strategis dari UNIGA untuk dijadikan masukan kebijakan nasional,” tambahnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menekankan pentingnya menjaga kedaulatan bangsa dari perspektif geopolitik dan geografis. Program Pelatihan Bela Negara (PBN) yang dijalankan UNIGA dinilai sebagai langkah tepat dalam membentuk karakter warga negara.
”PBN adalah modal dasar dari salah satu kemampuan soft skill yang harus dimiliki oleh warga kita terkait dengan keberanian, ketangguhan, disiplin, keseriusan, dan pantang menyerah. Nah itu menurut saya sangat penting. Serta kami berencana mengundang tenaga ahli dari Lemhannas untuk memperkuat perspektif ini, sekaligus memberikan masukan dari daerah untuk dirumuskan Lemhannas dalam skala nasional,” ungkap Bupati.
Bupati Garut menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati. Harapan disampaikan agar capaian akademik tersebut meningkatkan kualitas pengabdian serta kontribusi bagi kemajuan Kabupaten Garut.
