GARUT INTAN NEWS – Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) akan menggelar musyawarah tertingginya, Muktamar XXIV, pada 5–8 Februari 2026 di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Forum nasional ini menjadi momentum strategis untuk menentukan arah kepemimpinan IPM periode 2026–2028.
Menjelang agenda tersebut, Ikatan Pelajar Muhammadiyah Jawa Barat secara resmi mengusung tiga nama calon formatur Pimpinan Pusat IPM, yakni Amartian Bagus Pratama, Izzan Faruqy Azzahir, dan Fadhil Azhar Permana. Ketiganya dinilai merepresentasikan karakter kepemimpinan pelajar yang relevan dengan tantangan zaman.
Amartian Bagus Pratama, kader IPM Jawa Barat yang saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Pengkajian Ilmu Pengetahuan (PIP), dikenal sebagai sosok yang konsisten bergerak dalam pengembangan keilmuan, kaderisasi, serta penguatan ideologi pelajar Muhammadiyah. Rekam jejak organisasinya terbilang panjang, dimulai sejak menjabat Ketua Umum PR IPM SMA Muhammadiyah 4 Depok hingga dipercaya memegang berbagai posisi strategis di tingkat cabang, daerah, dan organisasi otonom mahasiswa.
Selain aktif di internal IPM, Bagus juga terlibat dalam pemberdayaan pemuda melalui pembentukan komunitas LAMP: Laboratorium Milenial Produktif, sebagai ruang kreatif bagi anak muda. Mengusung visi “Berakar pada nilai, melaju menjawab zaman”, ia berkomitmen meneguhkan nilai Islam Berkemajuan serta menghadirkan IPM sebagai gerakan pelajar yang berdampak dan kontekstual.
Sementara itu, Izzan Faruqy Azzahir menekankan pentingnya pembentukan karakter pelajar yang kuat dan autentik. Menurutnya, pelajar IPM harus mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan arah nilai. Ia mendorong PP IPM ke depan untuk membangun ekosistem organisasi yang ramah pelajar, partisipatif, dan mampu melahirkan kader yang percaya diri, kolaboratif, serta berorientasi pada kemaslahatan bersama.
Adapun Fadhil Azhar Permana memandang pelajar IPM sebagai agen perubahan yang peka terhadap persoalan global, mulai dari ketimpangan sosial, krisis lingkungan, hingga isu kesehatan mental. Ia menegaskan bahwa IPM ke depan perlu mencetak pelajar yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga berani bersikap, peduli, dan siap mengambil peran strategis bagi masa depan bangsa.
Dengan mengusung tiga figur tersebut, IPM Jawa Barat berharap Muktamar XXIV IPM mampu melahirkan kepemimpinan pelajar yang visioner, responsif terhadap tantangan zaman, serta mampu menyiapkan generasi masa depan IPM yang berdaya dan berkemajuan di tingkat nasional.
