GARUT INTAN NEWS – Suasana penuh kebersamaan mewarnai perayaan Cap Go Meh 2577/2026 yang digelar di Vihara Dharma Loka, Jalan Guntur, Kecamatan Garut Kota, Selasa (3/3/2026).
Perayaan yang menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 ini berlangsung khidmat dan sarat makna. Mengusung tema “Harmoni dalam Keberagaman, Harmoni Nusantara”, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah masyarakat yang majemuk.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa Cap Go Meh merupakan bentuk ungkapan syukur atas segala nikmat dan anugerah Tuhan Yang Maha Esa.
“Kita diciptakan sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki keanekaragaman, baik dalam agama, fisik, suku, maupun ras,” ujarnya.
Ia juga menyinggung berbagai konflik yang terjadi di sejumlah belahan dunia, termasuk kawasan Timur Tengah, sebagai pengingat pentingnya menjaga persatuan dan kedamaian di Indonesia.
Menurutnya, tema yang diangkat dalam perayaan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tema ini bukan sekadar basa-basi, melainkan satu keselarasan dalam perbedaan. Kita harus saling menghormati, menyayangi, dan mencintai sehingga terbina suatu konektivitas yang menyatu dalam diri kita. Menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara yang kuat, maju, dan bermartabat,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Vihara Dharma Loka Garut, Erwindi Ramali, menjelaskan bahwa Cap Go Meh bukan hanya identik dengan lampion dan hidangan khas, tetapi juga memiliki makna mendalam tentang persatuan.
“Cap Go Meh adalah soal persatuan untuk merayakan bersama tanpa memandang perbedaan. Kami berharap semoga hidup kita di tahun ini selalu diberi terang, kemudahan, dan bahagia yang tak terhingga,” tuturnya.
Di akhir acara, ia mengajak seluruh jemaat dan tamu undangan untuk menutup rangkaian perayaan Imlek dengan semangat baru dan optimisme dalam menjalani tahun yang akan datang.
