GARUT INTAN NEWS – Permasalahan lingkungan akibat limbah industri penyamakan kulit di Sukaregang, Kabupaten Garut, mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ferry Juliantono, menegaskan komitmennya untuk membantu pengelolaan limbah sekaligus memodernisasi peralatan produksi yang sudah usang.
Hal tersebut disampaikan Ferry Juliantono saat menghadiri acara Piazza Firenze Award 2025 sekaligus peringatan satu tahun Piazza Firenze Garut, Kamis (15/1/2025). Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, terlebih dahulu menyinggung persoalan pencemaran lingkungan yang selama ini dikeluhkan warga dampak limbah penyamakan kulit.
Menanggapi hal tersebut, Ferry Juliantono memastikan bahwa Kementerian Koperasi tidak tinggal diam. Ia mengungkapkan bahwa sejak 7 Januari 2025, pihaknya telah mengirimkan tim untuk melakukan pembahasan teknis bersama Dinas Koperasi Kabupaten Garut, pengurus koperasi penyamakan kulit, serta pihak terkait lainnya.
“bahwa ada tiga titik tempat penyamakan kulit dan sudah disampaikan juga kepada kami nilai dan rencana kerjanya. Jadi dalam kesempatan malam ini untuk membantu mengatasi efisiensi yang terjadi di Kabupaten Garut. Tidak usah takut Pak Bupati dan Wakil Bupati, malam ini saya menyampaikan Kementerian Koperasi akan membantu untuk pengelolaan limbah yang ada di industri penyamakan kulitnya,” tegas Ferry.
Ia menyebut, bantuan tersebut tidak hanya sebatas pengolahan limbah, tetapi juga mencakup pembaruan mesin produksi yang sudah terlalu lama digunakan. Menurutnya, modernisasi alat menjadi penting agar industri kulit Garut bisa lebih efisien, ramah lingkungan, dan berdaya saing tinggi.
“Terus nanti kalau ada kooperasi penyamakan kulitnya, kita bisa membicarakan dilengkapi dengan mesin penyamakan kulit yang lebih baru untuk menggantikan mesin yang sudah terlalu lama mesinnya. Insya Allah nanti dimulai saya enggak tahu berapa, tapi yang pasti minimal satu alat pengolahan limbah.,” ujarnya.
Ferry menambahkan, Kementerian Koperasi akan melibatkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) sebagai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah kementeriannya untuk mendukung pembiayaan modernisasi tersebut.
Tak hanya menyoroti persoalan lingkungan, Ferry juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran Piazza Firenze Garut yang dinilainya mampu mengangkat citra daerah.
Ia juga menilai Garut memiliki potensi wisata yang lengkap, mulai dari laut hingga pegunungan, yang kini semakin diperkuat dengan hadirnya Piazza Firenze sebagai destinasi baru.
Dengan komitmen pemerintah pusat tersebut, diharapkan permasalahan limbah penyamakan kulit di Sukaregang dapat segera teratasi, sekaligus mendorong industri kulit Garut menjadi lebih modern, ramah lingkungan, dan berdaya saing global.
