GARUT INTAN NEWS — Perayaan puncak Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah tingkat Cabang Panawuan berlangsung meriah pada Minggu (30/11/2025). Setelah rangkaian kegiatan yang telah digelar sejak Oktober, puncak acara kali ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, kegiatan sosial, dan tradisi khas berupa penerbangan balon udara.
Ketua Panitia Milad, Komar Faqot, menyampaikan bahwa rangkaian Semarak Milad telah berjalan selama dua bulan dengan antusiasme masyarakat yang sangat tinggi.
“Acara ini merupakan acara puncak dari rangkaian Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 untuk tingkat cabang Muhammadiyah Panawuan. Semarak milad ini dimulai sejak bulan Oktober dengan adanya perlombaan-perlombaan, mulai dari perlombaan mewarnai untuk tingkat PAUD se-Kecamatan Tarogong Kidul diikuti kurang lebih 380 peserta. Dilanjutkan dengan perlombaan kaligrafi untuk tingkat madrasah kurang lebih 460 peserta, dan perlombaan seperti tahfidz, tahsin, serta lomba azan untuk tingkat MTs dan SMK,” ujarnya.
Komar menambahkan bahwa kejuaraan Tapak Suci juga menjadi salah satu kegiatan yang paling diminati.
“Alhamdulillah antusiasnya luar biasa, ada kurang lebih 96 peserta dan melibatkan cabang-cabang lainnya, bukan hanya dari Panawuan,” jelasnya.
Pada puncak acara hari ini, panggung utama diwarnai berbagai penampilan dari calung IPM Panawuan, gondang dari PCA, hadroh marawis, serta pertunjukan kreasi dari sekolah-sekolah Muhammadiyah di lingkungan cabang.
Selain hiburan, kegiatan sosial turut menjadi bagian penting dalam perayaan ini.
“Pada kesempatan ini juga akan diadakan bakti sosial, kita berbagi untuk lansia, jompo, dan anak yatim. Sesuai tema milad ke-113, kita menyalurkan 113 paket bantuan,” kata Komar.
Salah satu kegiatan yang paling menyedot perhatian adalah Jalan Sehat yang diikuti sekitar 3.000 peserta. Kupon dibagikan gratis dan hadiah diperoleh dari swadaya masyarakat. Jalan sehat dilepas secara simbolis dengan peluncuran balon udara khas Panawuan.
Ketua PC Muhammadiyah Panawuan, Iwan Sumiarwan, mengapresiasi keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam acara ini.
“Alhamdulillah milad hari ini berjalan dengan lancar, melibatkan semua elemen masyarakat baik intern Muhammadiyah, Aisyiyah, ortom, bahkan masyarakat sekitar yang bukan Muhammadiyah pun ikut berpartisipasi dengan menampilkan kreasi seni,” ucapnya.
Terkait penerbangan balon raksasa, Iwan menyebut bahwa tradisi tersebut sudah lama hidup di lingkungan Panawuan.
“Ini original dibuat oleh angkatan muda Muhammadiyah, dipimpin pemuda Muhammadiyah Panawuan. Mulai dari pembuatan hingga peluncuran, semuanya mereka kerjakan sendiri,” tuturnya.
Ia juga menyinggung rencana Muhammadiyah Award sebagai bentuk apresiasi bagi para tokoh yang berjasa bagi perkembangan Muhammadiyah di Panawuan. Namun, pelaksanaannya kemungkinan dialihkan ke kesempatan berikutnya.
Wakil Ketua PD Muhammadiyah Garut, Abdullah Effendi, memberikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan milad di tingkat cabang.
“Ini sesuai instruksi Pimpinan Pusat Muhammadiyah bahwa milad bisa dilaksanakan di berbagai jenjang. Di Garut sudah ada beberapa cabang yang melaksanakan, dan ini adalah gerakan nyata dari warga Muhammadiyah sebagai refleksi apa yang telah dan akan kita kerjakan,” katanya.
Dukungan juga datang dari anggota DPRD Garut, Asep Mulyana ia mengapresiasi dan mendukung Kegiatan tersebut.
“Saya apresiasi acara ini karena Muhammadiyah bisa berkolaborasi dengan pemerintahan. Saya melihat ada kesenian, dan itu menggugah hati saya. Ternyata Muhammadiyah tidak tabu terhadap kesenian,” ujar Asep.
Ia berharap kolaborasi dengan pemerintah dapat terus diperkuat untuk mendukung program-program Muhammadiyah ke depan.
Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi, turut memuji kegiatan yang dianggap sangat positif bagi masyarakat ini.
“Ini adalah kegiatan yang sangat baik dari jajaran pengurus Muhammadiyah Panawuan. Rangkaian ini sejak Oktober sudah menggugah peran generasi muda, menampilkan keahlian di bidang seni, bela diri, hingga sosial. Ini sesuai marwah Muhammadiyah yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan sosial,” katanya.
Ia berharap momentum ini dapat meningkatkan semangat gotong royong dan meneladani nilai-nilai perjuangan KH Ahmad Dahlan.
“Tidak hanya warga Muhammadiyah, tetapi masyarakat sekitar pun bisa turut serta bergerak bersama,” imbuhnya.
Acara puncak milad yang dipadati ribuan peserta ini menjadi bukti bahwa Muhammadiyah Cabang Panawuan konsisten menghadirkan kegiatan yang bukan hanya meriah, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat luas. Tradisi, kreativitas, dan kepedulian sosial berpadu dalam satu perayaan yang penuh makna.
