Oleh : Dr. In-In Hanidah, STP., M.Si.
GARUT INTAN NEWS – Sakit perut merupakan salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dialami masyarakat. Mulai dari rasa mulas ringan, diare, hingga kram perut yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Banyak orang langsung mengaitkan sakit perut dengan
Escherichia coli (E. coli). Padahal, faktanya tidak hanya satu jenis bakteri yang dapat
menjadi penyebab gangguan pencernaan.
Kurangnya kesadaran terhadap kebersihan makanan dan tangan menjadi faktor utama
yang membuka jalan bagi berbagai bakteri berbahaya masuk ke dalam tubuh.
Kebiasaan Sehari-hari yang Berpotensi Menyebabkan Sakit Perut
Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sederhana dapat meningkatkan risiko terjadinya
kontaminasi bakteri, antara lain:
1. Tidak mencuci tangan dengan benar sebelum makan atau setelah dari toilet.
2. Mengonsumsi makanan yang tidak dimasak sempurna, terutama daging, telur,
dan makanan laut.
3. Jajan sembarangan di tempat yang kebersihannya tidak terjamin.
4. Menggunakan air yang tidak bersih untuk minum atau mencuci bahan makanan.
5. Menyimpan makanan terlalu lama pada suhu ruang sehingga memicu
pertumbuhan bakteri.
Kebiasaan-kebiasaan tersebut memungkinkan bakteri berpindah dari tangan, alat
makan, atau lingkungan ke makanan yang kemudian masuk ke saluran pencernaan.
Beragam Bakteri Penyebab Sakit Perut
Selain Escherichia coli, terdapat beberapa bakteri lain yang juga sering menjadi
penyebab sakit perut dan diare, di antaranya:
- Salmonella, umumnya ditemukan pada daging ayam, telur, dan susu yang tidak
dipasteurisasi. Infeksi Salmonella dapat menyebabkan diare, demam, dan kram
perut. - Shigella, merupakan bakteri yang mudah menyebar melalui tangan yang
terkontaminasi dan air yang tidak bersih. Shigella sering menyebabkan diare
berdarah dan nyeri perut hebat. - Campylobacter, sering terdapat pada daging unggas mentah atau setengah
matang. Gejalanya meliputi diare, mual, muntah, dan sakit perut. - Staphylococcus aureus, tumbuh baik pada tangan manusia dan menghasilkan
racun pada makanan yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang. - Vibrio cholerae, biasanya ditemukan pada air atau makanan laut yang
terkontaminasi, dan dapat menyebabkan diare cair dalam jumlah banyak.
Hal ini menunjukkan bahwa sumber sakit perut tidak selalu berasal dari satu jenis
bakteri saja, melainkan beragam mikroorganisme yang dapat masuk melalui makanan
dan tangan yang tidak higienis.
Pentingnya Kesadaran dan Pencegahan
Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan tangan dan keamanan
pangan menjadi langkah penting dalam mencegah sakit perut akibat infeksi bakteri.
Mencuci tangan dengan sabun, memastikan makanan dimasak hingga matang,
menggunakan air bersih, segera mengkonsumsi makanan setelah dimasak, serta
memilih tempat makan yang higienis merupakan upaya sederhana namun sangat
efektif.
Dengan memahami bahwa bukan hanya E. coli yang dapat menyebabkan sakit perut,
masyarakat diharapkan lebih waspada dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat
demi menjaga kesehatan pencernaan.
Dr. In-In Hanidah, STP., M.Si.
Lecturer and Researcher in Food Microbiology
Department of Food Industrial Technology
Universitas Padjadjaran
