BerandaHukumDari Limbah Kulit Jadi Pupuk, Program Asimilasi Lapas Garut Gandeng PT Mandraguna...

Dari Limbah Kulit Jadi Pupuk, Program Asimilasi Lapas Garut Gandeng PT Mandraguna Buka Jalan Warga Binaan ke Dunia Kerja

GARUT INTAN NEWS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut menggandeng PT Mandraguna Pusaka Indonesia dalam program asimilasi warga binaan melalui pengolahan limbah kulit menjadi pupuk organik cair berbasis asam amino.

Kerja sama tersebut telah berjalan sekitar tiga bulan. Dalam pelaksanaannya, warga binaan yang memenuhi persyaratan ditempatkan untuk bekerja di fasilitas produksi milik perusahaan yang berada di luar area lapas dengan tetap mendapatkan pengawasan dari petugas pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, mengatakan kerja sama tersebut merupakan bagian dari program pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menerapkan keterampilan dalam lingkungan kerja nyata.

“Kita sudah melakukan PKS dengan PT Mandraguna untuk pengolahan limbah kulit diolah menjadi pupuk organik cair berbasis asam amino,” kata Rusdedy.

Menurutnya, selama kerja sama berlangsung, proses produksi sudah berjalan dan produk yang dihasilkan telah dipasarkan melalui kanal daring maupun luring.

“Kerjasamanya sudah berlangsung tiga bulan dan saat ini sudah produksi dan menghasilkan produk kemudian dipasarkan secara online dan offline,” ujarnya.

Rusdedy menjelaskan, produk yang dihasilkan melalui kerja sama tersebut saat ini sudah dapat ditemukan di sejumlah toko online. Namun, produk tersebut bukan dipasarkan atas nama Lapas Garut.

“Produknya sudah bisa kita dapatkan di toko-toko online, tapi bukan atas nama lapas. Kita pun sendiri nantinya akan punya produknya sendiri yang dicanangkan akan kita jual secara offline kepada para petani yang ada di Kabupaten Garut,” jelasnya.

Asimilasi Dilakukan Melalui Seleksi

Rusdedy menegaskan, tidak semua warga binaan dapat langsung mengikuti program asimilasi di luar lapas. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap melalui proses seleksi dan penilaian.

Warga binaan yang dipertimbangkan untuk mengikuti program tersebut sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dan bekerja di dalam lapas. Pihak lapas kemudian melakukan penilaian terhadap kinerja, semangat kerja serta pemenuhan persyaratan administratif dan substantif.

“Jadi proses asimilasi itu kita laksanakan secara bertahap. Kita melaksanakan seleksi terhadap warga binaan yang memang sudah bekerja di dalam lapas dan kita sudah lakukan penilaian terhadap kinerjanya, bagaimana semangat kerjanya, secara administratif, secara substantif sudah memenuhi syarat,” ungkap Rusdedy.

Setelah dinilai memenuhi persyaratan, warga binaan tersebut diusulkan untuk mengikuti sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

Dalam sidang TPP, seluruh subseksi yang ada di Lapas Garut turut melakukan penilaian untuk memastikan warga binaan yang bersangkutan memenuhi persyaratan dan dinilai layak untuk mengikuti kegiatan kerja di luar lapas.

Proses tersebut juga dilengkapi dengan assessment untuk memastikan warga binaan yang mengikuti asimilasi berada dalam kategori minimum security.

“Jadi kita lengkapi dengan assessment. Kita harus menilai yang bersangkutan adalah warga binaan yang dikategorikan minimum security. Kemudian hasil TPP setelah disetujui ditetapkan Kalapas untuk melaksanakan kegiatan kerja bekerja sama dengan PT Mandraguna,” katanya.

Awalnya 9 Orang, Kini Tersisa 5

Pada tahap awal, Lapas Garut menempatkan sembilan warga binaan untuk mengikuti kegiatan kerja di PT Mandraguna.

Namun, seiring berjalannya waktu, sebagian peserta asimilasi telah memasuki masa pembebasan bersyarat dan kembali ke masyarakat.

“Dari awalnya kita tempatkan sembilan warga binaan, kemudian sudah ada beberapa yang bebas karena memang warga binaan itu yang sudah menjelang pulang,” ujar Rusdedy.

Saat ini, dari sembilan warga binaan yang sebelumnya mengikuti program tersebut, tersisa lima orang yang masih menjalani asimilasi. Lapas Garut juga tengah melakukan proses untuk menambah warga binaan yang akan mengikuti kegiatan kerja di perusahaan tersebut.

“Sudah berjalan tiga bulan, kita sembilan orang. Berjalannya waktu memang mereka sudah masa bebas bersyarat sehingga sudah ada yang bebas empat orang. Jadi sekarang tersisa lima orang, tapi sekarang juga kita melakukan lagi proses penambahan kerja di sana,” jelasnya.

Dalam proses pembinaan tersebut, keluarga juga dilibatkan. Pihak lapas memanggil keluarga warga binaan dalam proses sidang TPP sebagai bagian dari keterlibatan keluarga dalam program pembinaan dan asimilasi.

Tetap Mendapat Pengawasan

Meski bekerja di luar area lapas, warga binaan yang mengikuti program asimilasi tetap berada dalam pengawasan dan pengamanan.

Rusdedy mengatakan lokasi kegiatan kerja tersebut ditetapkan sebagai lokasi pembinaan sehingga pengawasan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program.

“Namanya lokasi pembinaan itu harus ada pengawasan pengamanan yang kita tetapkan di sana. Jadi di sana ada pengamanannya, di samping itu juga ada petugas dari perusahaan,” katanya.

Pengawasan dilakukan untuk memastikan kegiatan kerja berlangsung sesuai ketentuan program asimilasi dan pembinaan pemasyarakatan.

Di sisi lain, PT Mandraguna juga membuka peluang bagi warga binaan yang telah selesai menjalani masa pidana untuk tetap bekerja di perusahaan tersebut.

Rusdedy berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan selama mengikuti program asimilasi dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.

“Jadi memang perusahaan juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada warga binaan yang bebas bisa bekerja di situ dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di luar,” tuturnya.

Menurut Rusdedy, kesempatan tersebut menjadi salah satu tujuan penting dari program pembinaan, yakni memastikan warga binaan tidak hanya memperoleh keterampilan selama berada di lapas, tetapi juga memiliki pengalaman kerja yang dapat dimanfaatkan setelah bebas.

“Harapannya warga binaan yang kita latih dan sudah terampil dalam mengolah limbah kulit menjadi pupuk cair asam amino setelah bebas, kalau belum ada pekerjaan lain bisa bekerja di situ dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku di luar,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Operasional dan HRD PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Nazmul, mengatakan sembilan warga binaan yang sebelumnya ditempatkan di fasilitas produksi telah mampu beradaptasi dengan pekerjaan masing-masing.

Mereka ditempatkan di sejumlah bagian, mulai dari produksi, pengemasan, gudang hingga pencucian bahan.

“Awalnya pagi-pagi saya kasih job, misalnya bagian produksi. Mereka cepat paham tugas mereka. Sekarang tidak perlu disuruh-suruh atau diarahkan lagi, mereka sudah tahu jobdesk mereka apa,” kata Nazmul.

Kapasitas produksi yang pada awalnya berada di kisaran 3.000 liter disebut meningkat menjadi sekitar 6.000 liter dan kini mencapai 12.000 liter.

Dalam proses produksinya, limbah kulit dicuci, direbus dan dicampur sebelum masuk tahap formulasi dan fermentasi hingga akhirnya dikemas menjadi pupuk organik cair berbasis asam amino.

Pemilik PT Mandraguna Pusaka Indonesia, Rian, mengatakan pengembangan produk tersebut berangkat dari persoalan limbah industri kulit yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan lingkungan di Kabupaten Garut.

Melalui pengolahan tersebut, limbah kulit sapi dan domba dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi sekaligus dimanfaatkan untuk kebutuhan pertanian.

Program kerja sama antara Lapas Garut dan PT Mandraguna tersebut pada akhirnya tidak hanya diarahkan pada peningkatan keterampilan warga binaan selama menjalani masa pidana, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan pekerjaan setelah mereka kembali ke masyarakat.

Simak berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita GarutIntanNews.com di WhatsApp Channel : https://whatsapp.com/channel/0029VaUeKWD1iUxcq6U1Fe40. Pastikan aplikasi WhatsApp sudah terinstal.

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERKINI

Banyak Dibaca

https://expertinformer.com/ https://expertinformer.com/home/ https://expertinformer.com/about/ https://expertinformer.com/services/ https://expertinformer.com/ring-video-doorbell-satin-nickel-with-ring-chime/ https://expertinformer.com/simple-modern-30-oz-tumbler/ https://kakektotogacor2.com/ https://4kakektoto.com/ https://kakektotomaxwin.com/ https://kakektotojuara.com/ https://www.bangkaeair.com/ https://www.bangkaeair.com/category https://www.bangkaeair.com/contactus https://www.bangkaeair.com/th https://margaritasintheville.com/ https://margaritasintheville.com/participate/ https://margaritasintheville.com/privacy/ https://picsandprose.com/ https://picsandprose.com/category/home/ https://picsandprose.com/category/about-me/ https://picsandprose.com/category/hobbies-model-building/ https://picsandprose.com/category/fine-arts/ https://gebzekepenk.com/ https://gebzekepenk.com/iletisim/ https://gebzekepenk.com/degerlerimiz/ https://gebzekepenk.com/hizli-pvc-kapi/ https://www.omposteauthor.com/ https://www.omposteauthor.com/cart-page/ https://www.omposteauthor.com/publishing/ https://www.omposteauthor.com/books/ https://www.omposteauthor.com/about/ https://www.omposteauthor.com/contact/