GARUT INTAN NEWS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut, Rusdedy, memberikan pengarahan langsung kepada Tim Humas, Tim Pokja 15 Program Aksi Kemenimipas, dan Tim Garut Green Correction dalam rapat dinas yang digelar pada Senin (23/2) pukul 09.00 WIB di Cafe Lapas Garut. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas serta fungsi masing-masing tim di lingkungan Lapas Garut.
Rapat dinas ini dihadiri oleh seluruh Ketua dan anggota Tim Humas, Tim Pokja 15 Program Aksi Kemenimipas, serta Tim Garut Green Correction. Kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memperkuat komitmen, serta meningkatkan efektivitas pelaksanaan program kerja yang mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan Zona Integritas, serta implementasi program Green Correction di Lapas Garut.
Dalam arahannya, Rusdedy menegaskan bahwa perencanaan program kerja yang matang, jelas, dan terukur menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan tugas organisasi selama satu tahun ke depan. Ia meminta seluruh kelompok kerja segera menyusun rencana kerja sebagai bagian dari Program Aksi yang akan menjadi pedoman sekaligus alat evaluasi kinerja.
“Setiap Pokja agar segera menyusun rencana dan program kerja selama satu tahun ke depan. Program kerja ini harus jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai bagian dari Program Aksi yang mendukung pencapaian target organisasi,” tegasnya.
Selain itu, Rusdedy juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap petunjuk teknis dari Dinas Lingkungan Hidup dalam mendukung keberhasilan program Garut Green Correction. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud nyata komitmen Lapas Garut dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.
“Kita harus memenuhi seluruh petunjuk teknis yang diberikan oleh Dinas Lingkungan Hidup. Program Green Correction bukan hanya sekadar program, tetapi merupakan komitmen kita dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rusdedy juga menyoroti pentingnya tindak lanjut atas saran dan masukan dari Ombudsman Republik Indonesia, khususnya setelah Lapas Garut menerima penghargaan atas kualitas pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa seluruh rekomendasi tersebut harus dimasukkan ke dalam target kinerja tahun ini serta menjadi bagian dari mitigasi risiko yang wajib ditindaklanjuti oleh masing-masing kelompok kerja.
“Kemarin pada saat penerimaan penghargaan dari Ombudsman, ada pesan penting agar seluruh saran dan perbaikan dimasukkan ke dalam target kinerja kita tahun ini. Hal tersebut harus menjadi perhatian seluruh Pokja, termasuk dimasukkan dalam mitigasi risiko dan wajib ditindaklanjuti secara nyata,” jelasnya.
Melalui rapat dinas ini, diharapkan seluruh tim di Lapas Garut semakin memperkuat sinergi, meningkatkan profesionalisme, serta memperkokoh komitmen dalam mendukung pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), peningkatan kualitas pelayanan publik, serta keberhasilan implementasi program Green Correction.
Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan lancar, serta diakhiri dengan komitmen bersama seluruh tim untuk melaksanakan arahan pimpinan secara optimal demi mendorong kemajuan Lapas Garut yang lebih profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.
