GARUT INTAN NEWS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus bertransformasi menuju lapas ramah lingkungan dan berkelanjutan. Memasuki tahun 2026, Lapas Garut menyiapkan sejumlah program tambahan berbasis green correction yang menyentuh aspek tata kelola lingkungan, ketahanan pangan, energi terbarukan hingga perubahan budaya hidup ramah lingkungan.
Program unggulan tersebut diawali dengan Garut Green Correction, sebuah konsep pembinaan dan pengelolaan lapas yang menitikberatkan pada green governance atau tata kelola berbasis lingkungan berkelanjutan. Program ini dirancang sebagai fondasi utama perubahan sistem di Lapas Garut.
Salah satu langkah konkret yang telah berjalan adalah program pengolahan sampah dan limbah Zero Waste. Saat ini, Lapas Garut mampu mengolah sekitar satu ton sampah per hari atau setara 30 ton per bulan. Menariknya, sampah yang diolah tidak hanya berasal dari dalam lapas.
“Jadi sampahnya bukan hanya dari dalam lapas saja tapi kami juga menambil sampah dari dapur dapur SPPG, Café-café dan lestoran di kabupaten Garut ,” jelas Kepala Lapas Garut, Rusdedy.
Selain pengelolaan sampah, Lapas Garut juga mengembangkan program ketahanan pangan berbasis pertanian ramah lingkungan. Salah satunya melalui budidaya telur bebek organik, di mana kandang dan pakan yang digunakan sepenuhnya berbahan organik tanpa campuran bahan kimia.
Tak hanya itu, konsep vertical garden juga diterapkan dengan penggunaan pupuk alami, serta berbagai kegiatan pertanian lain yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.
Pada sektor energi dan infrastruktur hijau, Lapas Garut menargetkan penerapan efisiensi energi dan konservasi air berkelanjutan. Tahun 2026, Lapas Garut direncanakan mulai menggunakan lampu tenaga surya. Selain itu, sampah yang dikelola juga diarahkan untuk menghasilkan energi, mulai dari pengolahan sampah menjadi bahan bakar hingga pemanfaatan kotoran sapi sebagai biogas untuk kebutuhan internal.
Pengembangan industri hijau pun terus dilakukan. Saat ini, industri olahan kelapa telah berjalan dan ke depan akan dikembangkan dengan sektor industri ramah lingkungan lainnya.
Tak kalah penting, Lapas Garut juga menekankan aspek edukasi, budaya, dan partisipasi lingkungan. Seluruh pegawai dan warga binaan akan mendapatkan edukasi tentang pentingnya lingkungan sehat serta kesadaran menjaga alam. Salah satu perubahan nyata yang tengah disiapkan adalah penghapusan penggunaan botol plastik sekali pakai di lingkungan lapas.
