GARUT INTAN NEWS — Menghadapi kondisi geografis Kabupaten Garut yang rawan bencana alam, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Garut terus memperkuat kesiapsiagaan internal dengan menggelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Termin Pertama bagi seluruh pegawai. Kegiatan ini berlangsung di Aula Lapas Kelas IIA Garut, Kamis (15/01).
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi bencana guna meningkatkan kemampuan petugas dalam merespons situasi darurat, sekaligus menjamin keselamatan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) apabila terjadi bencana alam di lingkungan lapas.
Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, yakni Titin selaku Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan serta Hartono, Staf Kedaruratan dan Logistik. Seluruh pejabat manajerial, nonmanajerial, hingga pegawai Lapas Kelas IIA Garut turut ambil bagian dalam pelatihan ini.
Dalam sesi pelatihan, peserta dibekali berbagai materi, mulai dari mitigasi bencana, identifikasi potensi ancaman di wilayah Kabupaten Garut, hingga pemetaan kerawanan bencana di lingkungan lapas. Tak hanya itu, kegiatan juga dilengkapi dengan simulasi evakuasi korban, penentuan jalur evakuasi dan titik kumpul, serta pembahasan draf Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Garut dan BPBD Kabupaten Garut sebagai bentuk penguatan sinergi lintas instansi.
Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa lembaga pemasyarakatan memiliki tingkat kerentanan yang cukup tinggi saat terjadi bencana, sehingga kesiapsiagaan petugas menjadi faktor yang sangat krusial.
“Pelatihan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman teknis, tetapi juga membangun kesadaran bersama tentang pentingnya respons cepat, jalur evakuasi yang jelas, serta koordinasi yang solid saat bencana terjadi,” ujar Rusdedy.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar, serta ditutup dengan sesi foto bersama antara petugas BPBD Kabupaten Garut dan jajaran Lapas Garut sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama.
Sebagai tindak lanjut, Lapas Kelas IIA Garut akan melakukan pengecekan dan pemeliharaan sarana mitigasi bencana secara berkala, serta melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan Lapas Garut dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Barat.
